Jakarta -
Kota Tua Jakarta yang saat ini masih menjadi ikon era Batavia masih menyimpan segudang cerita yang belum banyak diketahui orang.
Di salah satu sudut kawasan Kali Besar, pernah hidup seekor harimau yang dipelihara oleh Raden Adjeng Kasinem, istri pertama Oei Tiong Ham yang merupakan salah satu pengusaha paling berpengaruh di Asia Tenggara saat itu.
Harimau yang diberi nama Merem itu, merupakan harimau Jawa bermata satu yang mulanya ditangkap di dekat perkebunan kopi Kawisari di Blitar dan dijadwalkan untuk menjadi tontonan publik pada awal abad kedua puluh.
Mendengar nasib malang sang harimau, Raden Adjeng Kasinem, mengutus asisten kepercayaannya, Parmun, untuk membeli kebebasan sang harimau dengan harga seratus karung besar biji kopi.
Merem kemudian dibawa ke Batavia untuk menerima perawatan dari dokter hewan terbaik di Hindia Belanda, dan ditempatkan di sebuah gudang besar di sepanjang Kali Besar Barat, gedung yang kini bertransformasi menjadi House of Tugu Old Town Jakarta.
Setelah pulih, Merem menghabiskan sisa hidupnya dengan damai di taman kediaman Oei Tiong Ham di Semarang.
Lebih dari sekadar maskot, Merem adalah simbol kebebasan, ketangguhan, dan sejarah yang terus hidup menjadi akar terbentuknya De Tiger, yang menghidupkan kembali esensi sejati dari tradisi speakeasy, sebuah ruang rahasia tempat percakapan intim, diplomasi, dan ketenangan bersemi.
"Si Merem, seekor harimau Jawa bermata satu miliknya, hidup lebih dari seabad lalu dan sempat tinggal di gedung tempat De Tiger berdiri saat ini. Kisahnya menjadi titik awal bagi sesuatu yang jauh lebih besar, sebuah penghormatan terhadap era yang telah lama hilang," ujar ucienne Anhar, Co-Owner of Tugu Hotels and Restaurants saat ditemui pada Jumat (26/6)
Di tengah lanskap kehidupan malam Jakarta yang kian bising, De Tiger menawarkan atmosfer intim di bawah temaram lampu Kali Besar dan riuh rendah sejarah Sunda Kelapa dihadirkan kembali.
Lokasi yang menjadi tempat hiburan malam ini menawarkan koktail yang dibagi menjadi tiga babak narasi, yaitu The Journey of Merem, The Trader's Table, dan The Spice Market.
Serta kuliner yang merayakan Sunda Kelapa sebagai titik temu rasa dunia, tempat tradisi Asia, Timur Tengah, dan Eropa melebur menjadi identitas Batavia.
(arm/fik)
Loading ...

14 hours ago
7















































