Lampu Hijau Pusat: Menko Pangan Restui PSEL di TPA Antang, Pemkot Makassar Siap Re-Tender

17 hours ago 3

Makassartoday.com, Makassar – Polemik lokasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar akhirnya menemui titik terang. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, secara resmi memberikan “lampu hijau” agar proyek strategis tersebut dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala.

Keputusan ini sekaligus membatalkan rencana sebelumnya yang menargetkan kawasan Tamalanrea sebagai lokasi proyek, yang sempat menuai penolakan keras dari warga setempat.

Dukungan Penuh Pemerintah Pusat

Dalam kunjungan kerjanya ke TPA Antang pada Jumat (6/2/2026), Zulkifli Hasan menegaskan bahwa TPA Antang adalah lokasi paling logis dan efisien. Didampingi oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Helmy Budiman, Menko Pangan menilai pemaksaan lokasi baru hanya akan menghambat investasi dan solusi persampahan.

“Yang mau dibangun itu di mana? Terus ada lagi di mana? Kalau di sini sudah memang disediakan tempat pembuangan akhir sampah, lebih gampang prosesnya dan akses keluar masuknya juga sudah ada,” ujar Zulkifli Hasan.

Periklanan

Ad imageAd image

Ia menekankan pentingnya akseptabilitas sosial dalam proyek infrastruktur. “Kalau banyak perlawanan dari masyarakat menolak, susah itu. Tidak bisa kita paksakan lokasi baru. Ya sudah, di sini saja, di (TPA Antang),” tegasnya.

Zulkifli juga menyoroti kondisi TPA Antang seluas 19 hektare yang terancam menjadi gunungan sampah permanen jika tidak segera diintervensi teknologi. Ia pun menginstruksikan Wali Kota Makassar untuk segera memproses administrasi tender ulang.

“Oke, sudah Pak Wali. Setuju saya, di sini saja dibangun PSEL/PLTSa. Maka segera dibuatkan surat pengajuan tender ulang atau proses apa pun sesuai dengan regulasi yang berlaku,” perintah Zulhas.

Pemkot Makassar Siap Mulai dari Nol

Menanggapi instruksi tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menyatakan kesiapannya untuk merombak total proses lelang yang pernah berjalan. Pemkot Makassar akan memulai kembali seluruh tahapan dari awal guna memastikan legalitas dan transparansi.

“Kami berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Kita pastikan semuanya dimulai dari nol. Dari nol, dan seluruh proses akan kita mulai kembali dari tender awal atau re-tender,” ungkap Munafri.

Menurut Munafri, kembalinya lokasi ke TPA Antang memberikan keuntungan ganda: efisiensi anggaran dan efektivitas operasional.

“Kalau menurut saya, lebih bagus dibangun di sini. Kita tidak ada ongkos lagi, tidak ada biaya tambahan, karena ini memang sudah menjadi lokasi TPA sejak lama. Flow-nya (alur sampah) sudah terbentuk, masyarakat sekitar juga bisa terlibat,” jelasnya.

Berbeda dengan opsi Tamalanrea yang memerlukan pembangunan akses baru dan menghadapi resistensi warga, TPA Antang dinilai sudah siap secara infrastruktur dasar.

Kesiapan Lahan

Terkait kebutuhan lahan untuk fasilitas PSEL yang diperkirakan memakan 5 hingga 7 hektare, Pemkot Makassar telah melakukan langkah antisipatif.

“Di belakang TPA sekarang sudah ada pembebasan lahan baru sekitar empat hektare. Saat ini kami juga meminta BPN untuk mempercepat prosesnya,” kata Munafri.

Pihaknya menargetkan penambahan lahan sekitar 3 hektare lagi untuk menyempurnakan tata letak fasilitas pabrik sampah tersebut agar lebih lugas dan aman dari risiko longsoran sampah.

Dengan adanya restu dari Menko Pangan dan komitmen Pemkot Makassar untuk melakukan re-tender, proyek PSEL ini diharapkan segera terealisasi sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy di Kota Daeng.

Editor: Ariel

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |