Mengenal Sarkopenia, Kondisi Penurunan Massa Otot yang Mengintai Kaum Malas Gerak

6 hours ago 2

Latihan untuk membentuk otot lengan. Mengenal Sacropenia, Kondisi Penurunan Massa Otot yang Mengintai Kaum Malas Gerak/Foto: Gordon Cowie/Unsplash

Jakarta, Insertlive -

Massa otot merupakan komponen penting dalam tubuh yang menunjang kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.

Massa otot yang ideal dapat meningkatkan kekuatan, metabolisme, mobilitas, postur tubuh, hingga membantu mencegah berbagai penyakit.

Seiring dengan bertambah usia, seseorang secara alami akan kehilangan massa ototnya secara perlahan. Namun tren belakangan ini menunjukkan, penurunan massa otot bisa terjadi secara signifikan hingga membahayakan tubuh.


Penurunan signifikan ini disebut dengan sarkopenia. Jika seseorang mengalami sarkopenia, akan terjadi kelainan otot rangka yang progresif dan umum yang dapat menyebabkan terjatuh, penurunan fungsi, kelemahan, dan bahkan kematian dini.

Meskipun umumnya dikaitkan dengan penuaan, sarkopenia juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda karena berbagai kondisi.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Andhika Respati menjelaskan bahwa kondisi ini belakangan terjadi tidak hanya kepada orang lanjut usia alias lansia, tetapi juga terjadi di orang dengan usia 20 akhir hingga 30-an.

"Manusia membutuhkan otot untuk menjaga postur tubuh, mendukung pergerakan anggota tubuh, menjaga agar tubuh tetap kuat, serta berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari . Namun sayangnya, saat menginjak usia 30 tahun, manusia mulai kehilangan sekitar 3-8% massa otot setiap dekadenya," kata Andhika dalam acara HiLo Strong Fest 2025 di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (5/7).

"Laju pengurangan massa otot akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia , hingga risiko sarkopenia akan meningkat karena hal ini jika asupan nutrisi tidak mencukupi dan massa otot tidak dilatih," lanjutnya.


Selain usia, percepatan turunnya massa otot ini disebut Andhika bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti kurang melatih otot, gaya hidup tak sehat, kurang gerak, hingga penyakit tertentu.

"Duduk lama juga bisa meningkatkan risiko sarkopenia. Orang-orang yang juga malas gerak, makannya nggak dijaga, sama ada penyakit yang mempercepat sarkopenia ini," jelasnya.

Menurutnya, penurunan ini bisa diperlambat dengan melakukan olahraga angkat beban dan mengonsumi protein yang cukup. Angkat beban di sini pun tidak harus selalu di pusat kebugaran, tetapi juga bisa dilakukan di rumah dengan beban tubuh sendiri.

Dosis beban yang digunakan dalam olahraga untuk menjaga massa otot juga bisa disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

"Penurunan masa otot bisa diperlambat dengan olahraga angkat beban, protein juga jangan lupa. Cardio itu nggak bisa ningkatin massa otot. Olahraga yang bisa naikin ya latihan beban," bebernya.

"Kita nggak perlu banget pakai alat, kita bisa pakai beban kita sendiri. Latihan beban itu buat semua orang, semua kondisi, semua umur, cuma dosisnya aja yang berbeda," tutupnya.

(dia/fik)

Tonton juga video berikut:

ARTIKEL TERKAIT

Loading Loading

BACA JUGA

detikNetwork

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |