Jakarta -
Marshel Widianto membagikan cerita emosional tentang perannya sebagai suami saat sang istri menjalani operasi.
Marshel mengaku memilih menunda sejumlah pekerjaan demi bisa mendampingi istrinya secara penuh sejak hari pertama operasi hingga dua minggu masa pemulihan.
Marshel menegaskan bahwa kehadirannya di sisi sang istri menjadi hal yang paling ia prioritaskan dalam periode tersebut.
"Support aku ke istri nggak begitu banyak, tapi kemarin aku ada di momen di operasi dari hari pertama sampe 14 hari, gak pernah aku lewatin momennya," ungkapnya.
Ia bahkan bisa menemani sang istri hingga masuk ke ruang operasi.
"Momen ketika dia operasi, aku bisa ngeliat, nemenin dia. Ketika di anestesi juga bisa nemenin," kata Marshel.
Bagi Marshel, momen itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi keduanya.
"Jadi itu adalah momen yang benar-benar berharga buat aku dan jadi istri," ujar Marshel.
Demi fokus mendampingi istrinya, Marshel tak ragu untuk membatalkan sejumlah pekerjaan.
"Cancel job? Ya ada beberapa. Ada beberapa yang nggak aku terima kerjaannya karena full 14 hari aku di rumah sakit," ungkapnya.
Meski harus melepas peluang kerja, Marshel menganggap keputusan tersebut sebagai hal yang wajar.
"Jadi sebenarnya hal yang biasa sih kayaknya ya, karena menurutku sekarang momen ngobrol sama istri, momen untuk lebih deket lagi sama istri itu lebih berharga gitu," ungkapnya.
Ia pun percaya bahwa rezeki akan datang kembali di waktu yang tepat.
"Jadi aku yakin nanti selanjutnya pasti akan ada rezeki lagi ketika kita menyenangkan istri," katanya.
Marshel juga menceritakan bagaimana ia dan istrinya bekerja sama dalam mengurus anak-anak selama masa pemulihan. Ia mengaku siap menggantikan peran fisik sang istri saat dibutuhkan.
"Kalau untuk di rumah, kalau misalkan anakku pengen minta gendong mamanya, ya pasti kalau ada aku di situ ya pasti aku yang membantuin untuk gendong," ujar Marshel.
Situasi kerap menjadi menantang karena kedua anaknya ingin digendong bersamaan.
"Biasanya tuh anakku tuh kalau Archie pengen gendong, adiknya si Lano juga pengen gendong juga," katanya.
"Jadi aku yang gantiin gitu. Jadi aku yang gendong berduanya, mamanya yang bikin-bikin ketawa gitu. Jadi tag team lah kita," sambungnya.
Marshel mengungkapkan kondisi sang istri kini terus menunjukkan perkembangan positif. Meski sudah mulai kuat, dokter tetap memberikan batasan aktivitas.
"Untuk saat ini kuat sih kuat, tapi disarankan sama dokter ya jangan terlalu banyak untuk gendong dari bawah sampai atas gitu," ujar Marshel.
Kini, sang istri sudah bisa kembali beraktivitas secara bertahap.
"Puji Tuhan sekarang sudah membaik. Sudah bisa berolahraga lagi. Sudah bisa jalan," ucap syukur Marshel.
Bahkan dari sisi postur duduk pun mengalami perubahan signifikan.
"Secara duduknya juga sudah bisa balance gitu. Karena sebelum operasi ya dia kalau duduk tuh harus dari kiri ke kanan," ujarnya.
Marshel memastikan kondisi istrinya kini jauh lebih stabil.
"Udah aman semua, gak perlu yang dibantu banget gitu. Karena setelah operasi itu jadi lebih kuat lagi," jelasnya.
Marshel mengungkap bahwa sang istri sebenarnya jarang mengeluh soal rasa sakit. Namun, tubuhnya memberikan sinyal bahaya.
"Sebenernya dia tuh gak pernah ngerasain sakitnya gimana ya. Tapi badannya udah ngasih sign alarm gitu," kata Marshel.
Tanda-tanda tersebut berupa kondisi fisik yang menurun.
"Kayak mungkin tanda-tandanya ya menggigil terus, dia meriang. Terus habis itu kayak gak kuat gitu," jelasnya.
Karena sang istri enggan ke rumah sakit, Marshel akhirnya mengambil langkah tegas.
"Jadi akhirnya aku paksa untuk ya udah lah ya ke rumah sakit," kata Marshel.
Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, barulah diketahui kondisi yang sebenarnya.
"Ya akhirnya ketahuan setelah di NRI ternyata ini sakitnya gitu," ungkapnya.
Marshel juga mengungkap proses meyakinkan sang istri untuk menjalani operasi bukanlah hal mudah. Sang istri sempat beberapa kali menolak.
"Ada beberapa penolakan awal-awalnya ketika aku ngajak operasi dia gitu," kata Marshel.
Namun, Marshel terus memberikan keyakinan dengan janji akan selalu mendampingi.
"Akhirnya dia mau. Karena aku bilang ya aku akan nemenin dia gitu," ungkap Marshel.
Baginya, peran sebagai suami adalah hadir sepenuhnya, terutama di saat sulit.
"Ketika kamu emang stres ya tugasku sebagai suami kan menemani. Agar dia bisa lebih tenang lagi, bisa lebih semangat lagi," katanya.
Marshel menegaskan bahwa kehadiran dan dukungan emosional menjadi kunci agar istrinya tidak merasa sendirian.
"Dan juga gak merasa sendiri ketika dia sakit gitu. Jadi stresnya hilang," ujar Marshel.
Kini, Marshel bersyukur proses operasi berjalan lancar dan sang istri berangsur pulih, sementara kebersamaan keluarga justru terasa semakin erat.
(ikh)
Loading ...

6 hours ago
7
















































