Jakarta -
Diah Permatasari membagikan kisah konsistensinya menjaga gaya hidup sehat melalui olahraga yang sudah ia tekuni sejak remaja.
Di usia 55 tahun, Diah mengaku masih menjadikan olahraga sebagai bagian penting dalam kesehariannya, terutama Zumba yang sudah menjadi "base" aktivitas fisiknya sejak muda.
Diah menyebut ketertarikannya pada Zumba berawal dari kecintaannya pada aerobik sejak masih sekolah.
"Aku emang suka banget olahraga. Kebetulan olahraga Zumba itu memang dari remaja. Sebenarnya itu kayak aerobik," ungkapnya di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Menurutnya, kecintaan itu sudah terbentuk sejak masa SMP dan terus terbawa hingga sekarang.
"Jadi waktu aku masih muda, masih remaja, olahraga kesukaan aku memang aerobik," ujarnya.
Seiring perkembangan zaman, Zumba pun mengalami banyak modifikasi yang membuatnya semakin menarik.
"Sekarang Zumba itu kayak kombinasi, ada tambahan-tambahan gerakan yang lebih seru," ungkapnya.
Diah mengaku bukan karena tren atau ikut-ikutan, melainkan karena karakter pribadinya yang memang aktif sejak kecil.
"Awalnya memang keinginan sendiri. Aku ini orangnya memang enerjik, lincah dari kecil," katanya.
Dirinya bahkan merasa ada yang kurang jika tidak berolahraga.
"Sampai sekarang kebawa. Jadi kalau nggak olahraga rasanya kayak kurang aja," jelasnya.
Meski belakangan olahraga padel tengah digandrungi banyak selebritas, Diah mengaku tidak menjadikannya sebagai fokus utama.
"Aku juga main padel, tapi padel itu cuma just for fun, bukan yang serius banget," ujar Diah.
Jika waktu tidak memungkinkan, Diah memilih kembali ke olahraga yang sudah menjadi dasar kebugarannya.
"Kalau nggak ya aku balik lagi ke Zumba, yoga, karena base olahraga aku itu memang Zumba, yoga, sama lari," ungkap Diah.
Selain untuk menjaga kebugaran, Zumba juga menjadi cara Diah untuk bersosialisasi. Ia bahkan kerap mengajak teman-temannya ikut berolahraga bersama.
"Aku juga kemarin Zumba bareng Kak Lisa. Lisa itu memang teman aku dari dulu," kata Diah.
Sebelum pandemi, aktivitas Zumba bersama menjadi rutinitas yang cukup sering dilakukan.
"Sebelum pandemi, kita sering bikin acara Zumba bareng," ungkap Diah.
Tak jarang, kegiatan tersebut dilakukan di rumah dengan suasana santai.
"Kadang Lisa datang ke rumah buat ngelatih aku, rame-rame sama teman-teman," ujar Diah.
Menurut Diah, mengajak orang untuk Zumba jauh lebih mudah dibandingkan olahraga lain.
"Kalau ngajak Zumba itu lebih gampang daripada ngajak main padel," jelasnya.
Diah mengungkapkan bahwa momen ulang tahunnya yang ke-55 membuatnya semakin reflektif soal kesehatan.
"Aku juga baru ulang tahun yang ke-55. Dari situ sih mulai kepikiran, ya mungkin sekarang memang harus lebih menjalani hidup sehat," tutur Diah.
Namun, ia menegaskan bahwa gaya hidup sehat sebenarnya sudah ia jalani sejak lama.
"Tapi sebenarnya dari dulu aku sudah mengusahakan hidup sehat," kata Diah.
Beberapa kebiasaan yang ia jaga antara lain menghindari rokok dan alkohol.
"Aku nggak merokok, nggak minum alkohol, sebisa mungkin tidur cukup," tambahnya.
Selain olahraga, Diah juga memperhatikan asupan makanan. Ia mengaku sudah menjalani puasa intermiten selama setahun terakhir.
"Sekarang aku juga intermittent fasting, sudah setahun ini," katanya.
Baginya, olahraga dan pola makan harus berjalan seimbang.
"Jadi memang olahraga dan makanan itu sama-sama dijaga," katanya.
Tak hanya sendiri atau bersama teman, olahraga juga menjadi bagian dari quality time Diah bersama sang suami.
"Kalau bareng suami, kami juga suka olahraga bareng," ungkapnya.
Aktivitas yang paling sering mereka lakukan adalah berenang.
"Biasanya berenang bareng," kata Diah.
Sementara itu, sang suami memiliki preferensi olahraga tersendiri.
"Kalau suami aku paling suka berenang sama nge-gym," tutup Diah.
Dengan konsistensi dan gaya hidup seimbang, Diah Permatasari menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif, sehat, dan menikmati hidup dengan penuh energi.
(ikh/ikh)
Loading ...

6 hours ago
7
















































