Awalnya Minta Tolong, Begini Modus Terduga Penipu yang Diduga Menjebak Tantri Kotak

6 hours ago 2

Jakarta -

Rasa kecewa dan terpukul masih dirasakan Tantri Syalindri alias Tantri Kotak, setelah mengetahui dirinya diduga menjadi korban penipuan oleh seseorang yang selama ini dianggap sebagai teman dekat. Vokalis band Kotak itu tak menyangka niat tulus untuk membantu justru berakhir dengan kerugian besar.

Sosok yang diduga melakukan penipuan, Popi Novitasari, bukanlah orang asing bagi Tantri. Keduanya telah menjalin hubungan pertemanan selama bertahun-tahun melalui komunitas orang tua murid. Kedekatan itu bahkan membuat mereka kerap menghabiskan waktu bersama, termasuk berlibur bersama keluarga.

"Kita tuh temenan dari komunitas ibu-ibu sekolah. Ibu-ibu sekolah yang memang aku kenal sama dia dari zaman anakku yang pertama. TK di Ciss, sudah hampir enam tahun ya. Hampir lima tahunlah. Lima tahun temenan. Terus semua terlihat baik-baik saja," ucap Tantri Kotak saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6).

Berbekal hubungan yang telah terjalin lama, pelaku kemudian menawarkan kerja sama investasi pada 2024. Tantri mengaku tidak menaruh rasa curiga sedikit pun karena tawaran itu disampaikan dengan alasan ingin mempertahankan performa pekerjaan sebagai tenaga penjual di sebuah perusahaan. Ditambah lagi, kondisi pelaku sebagai seorang ibu tunggal membuat Tantri dan teman-temannya semakin terdorong untuk membantu.


"Awalnya, 'Gue butuh bantuan, eh invest deh, gitu, biar gue tuh stabil di posisi pekerjaan', karena memang kita basic-nya teman dan nggak melihat yang gimana-gimana dan kita tahu banget gitu dia punya anak, dia seorang ibu yang memang single mother, background-nya itu. Pengin bantu gitu," terang Tantri.

Selama tahun pertama, investasi tersebut berjalan tanpa kendala sehingga kepercayaan para korban semakin kuat. Namun belakangan, Tantri menyadari bahwa rasa percaya itu diduga sengaja dibangun secara perlahan oleh pelaku. Menurutnya, pelaku sangat piawai memainkan sisi emosional dan psikologis orang-orang di sekitarnya.

"Dia jago banget psikologis, jago banget menata psikologis semua teman-temannya gitu, dan jago banget mengecap, meyakinkan semua teman-temannya kalau dia tuh adalah orang yang butuh dibantu dan dia pengen ngebantu gitu," jelasnya.

Tantri baru menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat kondisi keuangannya. Setiap kali dana investasinya cair, pelaku selalu menawarkan kontrak baru dengan janji pencairan yang lebih cepat atau keuntungan lain. Tanpa disadari, uang yang diterimanya terus kembali masuk ke dalam investasi tersebut hingga akhirnya sulit ditarik.

"Ternyata aku baru ngeh, setiap kali aku dapat pencairan tuh dia selalu nawarin satu hal kontrak baru, kontrak baru. Jadi aku cair aku masukin, aku cair aku masukin. Nah aku bingung sama cash flow, kok nih kok aneh ya, duit gue kok segini-gini aja ya, kok malah ilang-ilangan terus ya," pungkasnya.

Kekecewaan Tantri memuncak pada 19 Juni 2026, setelah melakukan transfer terakhir, pelaku mendadak menghilang tanpa kabar. Hingga kini, Popi Novitasari yang disebut membawa kedua anaknya masih dalam pencarian. Tantri bersama puluhan korban lainnya pun memutuskan menempuh jalur hukum demi memperjuangkan hak mereka dan mengungkap kasus tersebut.

(kpr/kpr)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |