Cerita Kehidupan Personal Pedro Pascal Lewat Koleksi Kaos Band

3 hours ago 3

Jakarta -

Nama Pedro Pascal belakangan memang tak pernah jauh dari sorotan publik terutama penggemarnya.

Bukan cuma karena aktingnya di berbagai proyek besar Hollywood, tetapi juga karena gaya berpakaiannya yang dianggap santai tapi tetap keren.

Salah satu ciri khas paling ikonik dari bintang The Mandalorian itu adalah koleksi kaos band yang selalu berhasil mencuri perhatian.

Menariknya, setiap kaos yang dikenakan Pedro ternyata punya cerita personal yang sangat dekat dengan perjalanan hidupnya.


Dalam sebuah wawancara terbaru, aktor 51 tahun itu akhirnya membongkar makna emosional di balik koleksi fashion favoritnya tersebut.

Salah satu band yang paling berkesan bagi Pedro adalah The Strokes.

Menurutnya, musik band asal New York itu menemaninya melewati masa sulit ketika ia masih berjuang mendapatkan pekerjaan sebagai aktor.

"Bagiku, The Strokes adalah representasi era 2000-an. Saat itu aku sudah melewati masa-masa tergila-gila pada musik. Aku bekerja sangat keras untuk mendapatkan pekerjaan dalam masa-masa sulit sebagai orang dewasa," ungkap Pedro.

Ia merasa musik The Strokes seperti menjadi pelarian di tengah rutinitas hidup yang berat kala itu.

"The Strokes cocok dengan itu, tetapi mereka juga mampu menembus rutinitas kerja kerasku. Aku hanya berpikir, 'Apa ini? Siapa mereka?'" lanjutnya.

Selain The Strokes, Pedro juga punya kedekatan emosional dengan Cypress Hill. Band hip hop tersebut disebut menjadi soundtrack masa SMA di California Selatan.

"Oke, sekarang kita masuk ke formasi saya. Cypress Hill, itu band favorit saya waktu SMA," katanya sambil tertawa.

Pedro bahkan mengaku membeli sendiri kaos Cypress Hill yang kini sering ia pakai di berbagai acara publik.

Menurutnya, kaos itu punya potongan yang cukup ketat sehingga hanya dipakai saat ia merasa tubuhnya sedang fit.

"Ini kaos yang membuat tubuh terlihat langsing, jadi saya harus dalam kondisi fisik yang tepat untuk memakainya," ujarnya.

Kecintaannya pada musik ternyata makin dalam ketika membahas The Cure.

Pedro menyebut band legendaris asal Inggris itu sebagai grup favoritnya sepanjang masa.

"Yah, The Cure itu seperti masa SMP dan SMA buatku," katanya.

Kaos The Cure miliknya bahkan dibeli langsung di sebuah toko kaset di Paris.

Namun yang paling berkesan, Pedro akhirnya bisa menonton penampilan live The Cure untuk pertama kalinya saat berada di London bersama lawan mainnya di The Fantastic Four: First Steps, Ebon Moss-Bachrach.

"Aku berasumsi mungkin aku melewatkan era terbaik untuk menonton mereka secara langsung. Tapi itu benar-benar salah satu pertunjukan terbaik yang pernah saya lihat. Saya menangis hampir sepanjang pertunjukan," ungkap Pedro.

Ia bahkan mengaku terlalu gugup jika harus bertemu langsung dengan vokalis The Cure, Robert Smith.

"Aku tak akan berani bertemu Robert Smith. Aku tak bisa bergaul dengan musisi. Mereka seperti dewa bagiku," katanya.

Musik juga menjadi bagian penting dari kenangan keluarga Pedro, terutama saat membahas Prince.

Ia masih mengingat momen ketika keluarganya menonton film Purple Rain bersama pada 1984.

"Pada tahun 1984, keluarga saya pergi menonton film Purple Rain. Saya berumur sembilan tahun," kenangnya.

Menurut Pedro, ibunya adalah penggemar berat Prince dan pengalaman menonton film itu menjadi salah satu memori keluarga yang paling membekas dalam hidupnya.

"Itu adalah musik pop dan rock terbaik yang pernah ditulis," tutup Pedro Pascal.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |