Jakarta -
Sebuah indeks kemakmuran baru memberikan gambaran yang lebih utuh dalam menentukan negara terkaya di dunia.
Indeks ini tidak hanya melihat pendapatan dan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga mempertimbangkan bagaimana kekayaan tersebut dilihat dari sisi kualitas hidup, tingkat kohesi sosial, serta pembangunan jangka panjang.
Dengan kata lain, kekayaan bukan hanya soal seberapa besar ekonomi suatu negara, tetapi juga tentang bagaimana kesejahteraan itu didistribusikan dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Menjadi negara terkaya di dunia bukan hanya soal menghasilkan banyak hal," demikian pernyataan analisis dari platform perbandingan layanan keuangan HelloSafe, dilansir Euro News.
"Hal tersebut diukur dari bagaimana kekayaan itu secara nyata diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari warga biasa. Pada tahun 2026, jawabannya adalah Norwegia," tambahnya.
Norwegia menempati posisi pertama sebagai negara terkaya karena memiliki pendapatan nasional (GNI) tertinggi di dunia.
Artinya, total penghasilan warga dan bisnisnya, termasuk dari luar negeri, sangat besar. Selain itu, sistem sosial di Norwegia juga berjalan seimbang, sehingga kekayaan negara bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Irlandia berada di posisi kedua. Meskipun angka PDB-nya terlihat sangat tinggi dan agak "terdistorsi", kenyataannya pendapatan yang benar-benar dirasakan masyarakatnya tetap tinggi.
Sementara itu, Luksemburg ada di posisi ketiga. Negara ini sebelumnya sering berada di peringkat pertama, tetapi kali ini turun untuk pertama kalinya sejak indeks tersebut dibuat.
Dari hasil laporan, ketiga negara itu berhasil menggabungkan kinerja ekonomi yang kuat dengan beberapa indikator sosial terbaik di dunia.
Saat ini, makna "kaya" tidak lagi hanya didefinisikan oleh output semata, tetapi oleh seberapa luas kekayaan itu dibagikan kepada masyarakat.
Ciri Kepribadian Masyarakat Norwegia
Didapuk sebagai negara terkaya di dunia, Norwegia dikenal dengan penduduknya yang memiliki kepribadian mengutamakan ketenangan dan kebersamaan.
Negara yang juga disebut sebagai satu negara paling bahagia di dunia ini selalu menjaga keseimbangan antara kehidupan dalam ruangan dan di alam terbuka.
Struktur sosial di Norwegia juga sangat egaliter, relasi antarindividu jarang didominasi oleh hierarki yang kaku dan setiap orang dianggap setara.
Komunikasi di Norwegia juga cenderung terjalin dengan jujur, lugas, dan apa adanya, meskipun terkadang terlihat kaku bagi orang asing.
(arm/agn)
Loading ...

6 hours ago
5
















































