Jakarta -
Harga barang-barang rumah tangga, terutama bahan-bahan dapur, terancam naik akibat kenaikan harga plastik.
Kenaikan plastik berdampak langsung lantaran bahan-bahan tersebut diedarkan dengan bungkus plastik. Plastik sebagai pembukus ini memperpanjang masa simpan, mempermudah distribusi, hingga menjaga kualitas produk.
Berikut, lima bahan-bahan dapur yang terancam mengalami kenaikan harga gegara kenaikan plastik:
1. Minyak Goreng
Minyak goreng adalah komoditas yang paling sensitif. Sebagian besar distribusi minyak goreng ritel menggunakan plastik pouch atau botol PET.
Jika biaya produksi plastik naik atau dikenakan cukai, produsen cenderung membebankan biaya kemasan tersebut ke harga jual per liter.
2. Beras
Meskipun beras curah menggunakan karung goni atau karung plastik besar (yang lebih awet), beras kualitas premium yang dijual di supermarket menggunakan plastik PE/PP yang tebal. Kenaikan harga plastik akan mengerek harga beras bermerek ini.
3. Gula dan Garam
Kedua bahan ini bersifat higroskopis (mudah menyerap air), sehingga memerlukan kemasan plastik yang kedap udara agar tidak menggumpal atau mencair. Plastik kemasan 250g hingga 1kg adalah standar penjualannya.
4. Produk Protein (Daging Ayam & Sapi di Ritel)
Di pasar modern, daging dan ayam potong dijual dengan wadah styrofoam dan balutan plastic wrap. Jika regulasi plastik semakin ketat atau mahal, biaya operasional di bagian daging segar tentu saja akan meningkat.
5. Mi Instan dan Bumbu Dapur
Mi instan adalah produk yang serba plastik,-mulai dari bungkus luar hingga kemasan bumbu di dalamnya. Lantaran margin keuntungan mi instan biasanya kecil, sedikit saja kenaikan biaya kemasan plastik bisa memaksa produsen menaikkan harga jual eceran.
(dia/yoa)
Loading ...

23 hours ago
17
















































