Jakarta -
Setiap manusia pastinya tak pernah luput dari berbuat kesalahan. Dalam ajaran Islam, kesalahan bukanlah akhir dari segalanya, selama seseorang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh dan kembali kepada Allah SWT.
Teladan tersebut dapat dipelajari dari kisah Nabi Adam AS, manusia pertama yang segera memohon ampun setelah melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah SWT.
Dalam buku The Power of Taubah karya Malik al Mughis dan M. Syahrur Rasyid yang mengutip pendapat Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa langkah awal dalam bertaubat adalah mengakui kesalahan tanpa mencari pembenaran. Seseorang juga harus siap menerima akibat dari perbuatannya.
Sikap inilah yang ditunjukkan Nabi Adam AS. Setelah menyadari kekeliruannya, beliau tidak menyalahkan siapa pun, melainkan langsung memohon ampun kepada Allah SWT.
Doa Taubat Nabi Adam AS
Doa yang dipanjatkan Nabi Adam AS dan Hawa diabadikan dalam Al-Qur'an, tepatnya surah Al-A'raf ayat 23.
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Arab latin: Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa il lam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn.
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
Tafsir Surah Al-A'raf Ayat 23
Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa doa tersebut menjadi ungkapan penyesalan Nabi Adam AS dan Hawa setelah melanggar larangan Allah SWT.
Mereka menyadari bahwa kesalahan itu muncul karena kelemahan manusia yang mudah tergoda oleh bujuk rayu iblis. Keinginan untuk mengetahui sesuatu yang dilarang akhirnya membuat mereka mengabaikan perintah Allah SWT.
Kesadaran atas kekeliruan itu kemudian mendorong keduanya untuk memohon ampun dan rahmat Allah. Mereka memahami bahwa hanya Allah SWT yang mampu memberikan pengampunan dan menyelamatkan hamba-Nya dari kerugian.
Ayat ini juga mengandung pelajaran penting tentang sikap menghadapi dosa. Nabi Adam AS dan Hawa tidak menutupi kesalahan yang telah dilakukan. Sebaliknya, mereka mengakuinya dengan penuh kerendahan hati di hadapan Allah SWT.
Kisah taubat Nabi Adam AS kembali disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 37. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT mengajarkan beberapa kalimat kepada Nabi Adam AS sebagai doa untuk memohon ampunan.
Setelah memanjatkan doa dengan penuh penyesalan, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS dan Hawa. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa rahmat dan ampunan Allah SWT sangat luas bagi siapa saja yang tulus kembali kepada-Nya.
(kpr/fik)
Loading ...

7 hours ago
5















































