Harunya Momen Anak Bawa Rapor ke Makam Mpok Alpa: Biar Mami Senang

9 hours ago 10

Jakarta -

Momen pembagian rapor yang biasanya identik dengan hadiah atau perayaan sederhana berubah menjadi pengalaman yang menguras emosi bagi keluarga mendiang Mpok Alpa.

Putra semata wayangnya, Alfatih, memilih cara yang tak biasa untuk merayakan keberhasilannya naik kelas.

Bocah berusia sembilan tahun itu ternyata memiliki satu keinginan khusus sesaat setelah menerima rapor sekolahnya.

Bukan pergi bermain atau meminta hadiah, Alfatih justru ingin segera menemui sosok yang paling dirindukannya, sang ibu yang telah berpulang.


Keinginan itu disampaikan langsung kepada ayahnya, Aji Darmaji.

Permintaan sederhana tersebut sontak membuat hati sang ayah teriris, mengingat kerinduan Alfatih kepada Mpok Alpa masih begitu besar meski hampir setahun berlalu sejak kepergiannya.

Aji Darmaji mengenang bagaimana putranya meminta untuk diantar ke makam setelah seluruh proses pembagian rapor selesai. Alfatih ingin menyampaikan kabar bahagia tentang pencapaiannya kepada sang ibu.

"'Bah, kasih kabar Mami', katanya gitu, 'Biar Mami seneng'. Kayak gitu kan, saya langsung nyesek aja di hati ya, kayak ngembang air mata tuh nggak kuat. 'Ya udah ayo', udah langsung saya setir aja langsung ke sana. Berdua-duaan aja ama Alfatih kayak gitu," kata Aji Darmaji di Detik, Selasa (23/6).

Perjalanan menuju makam menjadi momen yang penuh haru bagi ayah dan anak tersebut.

Setibanya di lokasi pemakaman, Alfatih langsung bergegas menghampiri pusara sang ibu.

Dengan penuh antusias, ia membawa rapor yang baru diterimanya dan meletakkannya di atas makam.

Tindakan polos itu dilakukan karena Alfatih ingin ibundanya mengetahui bahwa dirinya berhasil naik ke kelas empat sekolah dasar.

Dalam pikirannya, sang ibu pasti akan merasa bangga melihat hasil belajarnya.

"Alfatih tuh seneng banget mau ngabarin Mami, lapor rapornya itu langsung ditaruh di makam ya, ditaruh di makam ya. Katanya, 'Biar Mami lihat'. Ya namanya anak kecil ya, kita ngimbangin aja," tuturnya.

[Gambas:Instagram]

Menurut Aji Darmaji, tidak ada satu pun orang yang menyarankan atau mengarahkan Alfatih untuk melakukan hal tersebut.

Keinginan itu sepenuhnya muncul dari hati sang anak yang masih menyimpan kedekatan emosional sangat kuat dengan mendiang ibunya.

Bagi Alfatih, kenaikan kelas bukan sekadar pencapaian akademis.

Momen itu menjadi kesempatan untuk berbagi kabar bahagia kepada orang yang selama ini selalu hadir mendampinginya saat menerima rapor.

"Iya dari dia, Alfatih emang ngomong yang minta. Katanya, 'Biar Mami seneng', kayak gitu. 'Aku naik kelas', kayak gitu. Jadi setiap naik kelas tuh momennya nanti ditanya mau hadiah apa, mau jalan-jalan kemana," jelasnya.

Kenangan tersebut terasa semakin menyentuh karena tahun ini menjadi pertama kalinya Alfatih menjalani momen pembagian rapor tanpa kehadiran Mpok Alpa.

Tahun-tahun sebelumnya, sang komedian selalu menjadi bagian dari perjalanan pendidikan putranya.

Kehilangan itu masih sangat terasa bagi keluarga. Mpok Alpa yang meninggal dunia pada Agustus 2025 akibat kanker meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan, terutama dalam berbagai momen penting kehidupan anak-anaknya.

Aji Darmaji mengaku kini harus menjalankan banyak peran seorang diri.

Meski demikian, ia berusaha memastikan Alfatih tetap mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, termasuk dalam urusan pendidikan.

"Untuk saat ini ya, tahun ini kan nggak ada almarhum ya, saya sendiri semua yang ngejalanin kayak ambil rapor, kayak lihat nilai, dan dibantu juga kan Alfatih sama kakaknya almarhum buat belajarnya," pungkasnya.

Di balik rapor yang dibawa ke makam itu, tersimpan kerinduan seorang anak kepada ibunya.

Sebuah tindakan sederhana yang mungkin terlihat biasa, tetapi menyimpan makna mendalam tentang cinta yang tidak ikut hilang meski dipisahkan oleh kematian.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |