Jenis TV dari Masa ke Masa, CRT hingga Smart TV

3 hours ago 2

Jakarta -

Dunia teknologi, khususnya televisi atau TV, telah mengalami perubahan panjang.

Perubahan TV ini tak sekadar bentuk dari tabung besar menjadi ramping, tetapi juga teknologi dari gambar hitam-putih yang berkedip hingga layar kristal dengan layanan digital.

Evolusi TV ini lantas menjadi cerminan cara manusia mengonsumsi informasi dan hiburan secara visual.

Insertizen, InsertLive bakal berikan informasi kilas balik bagaimana evolusi TV dari era CRT alias Cathode Ray Tube hingga Smart TV. Berikut daftarnya:


1. Era CRT (1930-an - Akhir 1990-an)

Hampir seluruh abad ke-20 didominasi oleh teknologi Cathode Ray Tube (CRT) yang menjadi standar utama hiburan keluarga selama puluhan tahun. Televisi ini bekerja dengan menggunakan tabung hampa udara dan penembak elektron yang memindai permukaan fosfor untuk menciptakan gambar pada layar cembungnya.

Meski memiliki resolusi rendah dan fisik yang sangat berat, TV CRT tetap memiliki tempat di hati para kolektor retro gaming karena memiliki input lag yang hampir nol, sesuatu yang sulit dicapai bahkan oleh layar modern sekalipun.

2. Era Plasma (Akhir 1990-an - 2014)

Memasuki akhir tahun 1990-an hingga masa kejayaannya di pertengahan 2000-an, industri mulai bergeser ke desain ramping dengan diperkenalkannya TV Plasma. Teknologi ini memanfaatkan sel-sel gas kecil yang menyala saat dialiri listrik untuk menghasilkan gambar yang kaya warna.

TV Plasma merupakan pionir dalam menghadirkan layar lebar dengan kualitas warna hitam yang pekat serta sudut pandang yang sangat luas pada masanya. Namun, produksinya mulai dihentikan massal sekitar tahun 2014 karena kalah bersaing secara harga dan efisiensi energi dengan teknologi LCD/LED.

3. Era LCD dan LED (2000-an - Sekarang)

Dominasi layar datar benar-benar meledak pada pertengahan 2000-an saat teknologi LCD (Liquid Crystal Display) mengambil alih pasar dengan bobot yang jauh lebih ringan.

Evolusi ini kemudian diperbarui secara besar-besaran lewat teknologi LED di akhir 2000-an, yang menggunakan lampu dioda sebagai sistem pencahayaan yang lebih hemat listrik.

Kehadiran LED memungkinkan produsen menciptakan televisi yang sangat tipis dengan tingkat kecerahan yang tinggi, sekaligus menjadi gerbang utama bagi masyarakat dunia untuk menikmati konten berkualitas tinggi dalam standar Full HD hingga 4K.

4. Era OLED dan QLED (2013 - Sekarang)

Mulai tahun 2013, TV memasuki puncak kualitas visual di mana fokus utama beralih pada kesempurnaan warna dan detail yang tajam. Teknologi OLED membawa perubahan besar karena setiap pikselnya dapat menghasilkan cahaya tanpa bantuan lampu belakang, sehingga mampu menciptakan warna hitam yang benar-benar gelap dan kontras yang luar biasa nyata.

Di sisi lain, teknologi QLED menggunakan lapisan partikel nano (Quantum Dot) untuk memberikan kecerahan ekstrem. Di era ini, resolusi 4K telah menjadi standar umum, dengan transisi menuju 8K yang semakin dekat.

5. Smart TV (2010-an - Sekarang)

Evolusi terbaru yang dimulai secara masif pada awal 2010-an bukan lagi sekadar soal fisik layar, melainkan kecerdasan sistem yang tertanam di dalamnya. Smart TV telah mengubah fungsi televisi dari alat penerima siaran satu arah menjadi pusat hiburan interaktif yang terkoneksi internet.

Dengan sistem operasi canggih seperti Android TV, WebOS, atau Tizen, pengguna kini bisa melakukan streaming langsung, bermain game tanpa konsol, hingga mengontrol perangkat rumah pintar lainnya melalui perintah suara dan kecerdasan buatan.

(dia/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |