Jakarta -
Julian Casablancas vokalis The Strokes membuat pernyataan politik yang menjadi sorotan baru-baru ini.
Pria asal New York ini menyampaikan kecaman terkait hak istimewa warga kulit putih dan menyinggung Zionis Amerika.
Kecaman tersebut disampaikan Julian saat tampil di YouTube SubwayTakes, yang dipandu oleh Kareem Rahma.
"Zionis Amerika mendapatkan keuntungan dari hak istimewa orang kulit putih, tetapi berbicara seolah-olah mereka adalah orang kulit hitam pada masa perbudakan," ungkapnya.
Julian kemudian melanjutkan pernyataannya dengan menyinggung bahwa apa yang ia sampaikan ditujukan untuk orang-orang pendukung invasi Israel terhadap Palestina.
"Maksud saya, hanya untuk orang-orang yang akan berkata, 'Hamas, 7 Oktober', ya, buruk, tetapi Anda tahu, pemberontakan penduduk asli Amerika bukan berarti apa yang kami lakukan itu boleh. Pemberontakan budak yang bersifat kekerasan bukan berarti perbudakan itu tidak buruk," sambungnya.
Selain itu, Julian juga mengungkapkan bagaimana doktrin di media bisa membawa dampak berbahaya bagi orang-orang.
"Anda tahu, indoktrinasi adalah hal yang sangat kuat, kita hanya ingin menjadi bagian dari kelompok... Namun, itu adalah fakta yang menyedihkan, pencucian otak terhadap orang-orang secara umum. Anda tidak bisa marah hanya karena sesuatu dipaksakan kepada mereka," ujarnya.
Julian juga mengungkapkan harapan terkait semakin banyaknya orang yang sadar bahwa Israel telah melakukan genosida di Palestina.
"Aku masih percaya, masih ada harapan, itu akan bergantung pada jangka waktu tertentu, dan aku berharap semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya dan aku percaya orang-orang sedang terbangun," katanya.
Meski begitu, Israel hingga kini masih menyangkal semua tuduhan genosida dan kejahatan perang yang mereka lakukan.
Pernyataan Julian itu mencuat hanya beberapa hari setelah The Strokes menutup panggung mereka di Coachella dengan montase visual bermuatan politik yang menarik perhatian dunia.
Montase tersebut menampilkan rekaman puing-puing di Iran dengan narasi lebih dari 30 universitas hancur di Iran, serta klip universitas terakhir di Gaza yang diledakkan oleh rudal udara Israel.
Julian memang sejak lama konsisten bersuara terkait kejahatan perang Israel dan Gaza. Ia bahkan ikut menandatangani surat terbuka pada 2021 untuk mendukung hak-hak kemerdekaan Palestina dan juga mendesak boikot pertunjukan di Israel.
(ikh/and)
Loading ...

22 hours ago
15
















































