Kembali ke Jakarta Setelah 18 Tahun, My Chemical Romance Belum Tentu Balik Lagi

9 hours ago 11

Jakarta -

Euforia kedatangan My Chemical Romance ke Indonesia terus meningkat. Band yang menjadi ikon musik emo dan rock alternatif dunia itu dipastikan akan menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS) pada 22 November 2026, menandai kembalinya mereka ke Indonesia setelah penantian panjang selama 18 tahun.

Bagi banyak penggemar, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Penampilan mendatang menjadi momen bersejarah karena My Chemical Romance terakhir kali tampil di Jakarta pada 2008.

Hingga saat ini belum ada kepastian kapan Gerard Way dan kawan-kawan akan kembali lagi ke Indonesia setelah konser tersebut.

Tidak heran jika antusiasme penggemar langsung meledak sejak penjualan tiket dibuka. Sejumlah kategori tiket sudah habis terjual, sementara kategori lainnya kini berada dalam status hampir habis terjual atau *almost sold out*.


Kategori Festival yang menjadi favorit penonton telah ludes lebih dulu. Nasib serupa terjadi pada CAT 1 Center, CAT 2 Center, CAT 2 Right, dan CAT 3 Center yang seluruh tiketnya sudah tidak tersedia.

Sementara itu, CAT 1 Left dan CAT 1 Right dengan harga Rp3.099.000 kini berstatus *almost sold out*. Tiket CAT 2 Left seharga Rp2.099.000 juga tinggal tersisa dalam jumlah terbatas.

Pada kategori yang lebih terjangkau, CAT 3 Left dan CAT 3 Right dengan harga Rp1.059.000 turut menunjukkan penjualan yang sangat tinggi dan kini masuk kategori *almost sold out*.

Daftar tiket yang sudah habis terjual

  • Festival
  • CAT 1 Center (SOLD OUT)
  • CAT 2 Center (SOLD OUT)
  • CAT 2 Right (SOLD OUT)
  • CAT 3 Center (SOLD OUT)

Daftar tiket yang hampir habis terjual

  • CAT 1 Left Rp3.099.000
  • CAT 1 Right Rp3.099.000
  • CAT 2 Left Rp2.099.000
  • CAT 3 Left Rp1.059.000
  • CAT 3 Right Rp1.059.000

My Chemical RomanceMy Chemical Romance/ Foto: RavelEntertainment

Tingginya minat publik sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. My Chemical Romance selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik emo modern.

Jurnalis musik Em Casalena dari American Songwriter bahkan pernah menilai bahwa setiap pembahasan mengenai band yang mendefinisikan suara emo hampir pasti akan menyebut nama My Chemical Romance.

Penilaian tersebut menggambarkan betapa besar posisi band asal New Jersey itu dalam perkembangan musik alternatif dunia.

Pengaruh mereka juga diakui berbagai media internasional. Rolling Stone menyebut My Chemical Romance sebagai fenomena unik yang muncul dari skena emo dan pop-punk New Jersey sebelum akhirnya menembus arus utama melalui album Three Cheers for Sweet Revenge, yang kini dianggap sebagai salah satu karya penting dalam sejarah emo.

Kesuksesan mereka semakin menguat lewat album The Black Parade yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu album rock paling berpengaruh pada abad ke-21.

Album tersebut tidak hanya melahirkan lagu-lagu ikonik, tetapi juga mengubah cara generasi muda memandang musik rock yang teatrikal, emosional, dan penuh konsep.

Pengaruh The Black Parade bahkan melampaui genre rock. Sejumlah nama besar seperti Twenty One Pilots, Halsey, Billie Eilish, Post Malone hingga grup rock Crown the Empire disebut pernah terinspirasi oleh karya My Chemical Romance.

Beberapa kritikus musik juga menilai album tersebut membantu membentuk arah musik alternatif sepanjang dekade 2010-an.

Majalah Kerrang! bahkan menyebut My Chemical Romance sebagai superstar rock abad ke-21 dan menilai tidak banyak band dalam beberapa tahun terakhir yang mampu memberikan dampak budaya maupun musikal sebesar mereka.

Penilaian serupa datang dari berbagai media internasional lainnya. Vice pernah menobatkan My Chemical Romance sebagai salah satu artis paling berpengaruh dalam dekade 2010-an, meskipun band tersebut sempat vakum dalam sebagian besar periode tersebut.

Sementara Paste menyebut nama My Chemical Romance kini telah menjadi bagian dari kanon penting musik rock modern.

Sosok Gerard Way juga memiliki pengaruh besar terhadap budaya populer. Penampilannya dengan rambut hitam, wajah pucat, serta gaya khas era emo disebut banyak pengamat sebagai salah satu cetak biru visual yang membentuk identitas generasi penggemar musik alternatif selama hampir dua dekade.

Meski begitu, perjalanan My Chemical Romance tidak selalu berjalan mulus. Popularitas besar mereka juga memunculkan perdebatan.

Sebagian kalangan memuji band tersebut karena berhasil menghadirkan musik yang emosional, jujur, dan berbeda dari tren saat itu. Namun sebagian kritikus menganggap pendekatan mereka terlalu dramatis dan tidak sesuai dengan akar punk tradisional.

Terlepas dari berbagai perdebatan tersebut, satu hal yang sulit dibantah adalah besarnya pengaruh My Chemical Romance terhadap industri musik global.

Lagu-lagu seperti Welcome to the Black Parade, Helena, I'm Not Okay (I Promise), Teenagers, dan Famous Last Words masih terus didengarkan hingga sekarang dan menjadi soundtrack masa remaja bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.

Karena itulah, konser di Jakarta pada November mendatang terasa jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan musik.

Bagi banyak penggemar Indonesia, ini adalah kesempatan untuk kembali bertemu band yang membantu membentuk identitas, selera musik, bahkan kenangan masa muda mereka.

Dengan semakin menipisnya ketersediaan tiket dan belum adanya kepastian mengenai kunjungan berikutnya ke Indonesia, konser My Chemical Romance di Jakarta berpotensi menjadi salah satu pertunjukan internasional paling bersejarah dan paling diburu sepanjang tahun 2026.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |