Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Pencegahan Kanker Kandung Empedu
Aktor Thailand Tony Jaa mengungkapkan kabar yang cukup menggemparkan. Ia mengakui terkena kanker kandung empedu.
Jenis kanker tersebut memang jarang terdengar, tetapi menjadi salah satu bentuk kanker yang langka dan sangat agresif.
Oleh sebab itu penting untuk mengetahui gejala, faktor risiko, hingga pencegahan kanker kandung empedu.
Apa Itu Kanker Kandung Empedu?
Kandung empedu berfungsi sebagai wadah yang menyimpan empedu yang diproduksi oleh hati dan melepaskannya untuk mencerna lemak.
Kanker kandung empedu bisa muncul ketika sel-sel di kandung empedu bermutasi dan membelah secara abnormal.
Tahap awal terjangkit kanker kandung empedu ini seringkali tidak terdeteksi karena tidak menunjukkan gejala, sehingga sebagian besar pasien baru didiagnosis setelah kanker menyebar.
Lima Tanda Peringatan Dini Kanker Kandung Empedu
Biasanya, kanker ini hampir tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Tetapi ketika tumor tumbuh atau menyumbat saluran empedu, tubuh mulai memberi sinyal sebagai berikut:
Nyeri perut dengan lokasi yang tidak jelas: biasanya dimulai sebagai rasa tidak nyaman di bagian tengah atas perut atau area tulang rusuk kanan, terkadang menjalar ke punggung atau tulang belikat kanan.
Penyakit kuning: tanda yang paling jelas, terjadi ketika tumor menyumbat saluran empedu sehingga menyebabkan bilirubin menumpuk dalam darah, mengubah bagian putih mata dan kulit menjadi kuning.
Perubahan pada ekskresi: urin berwarna gelap menyerupai teh kental dan feses berwarna pucat karena empedu tidak mencapai usus.
Gangguan pencernaan: perut kembung parah, mual, dan muntah, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak.
Gejala umum kanker: kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan yang cepat tanpa sebab yang jelas, dan demam ringan yang terus-menerus.
Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Kandung Empedu?
Kanker ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mengakibatkan peradangan kronis pada dinding kandung empedu yang akhirnya menyebabkan keganasan.
Berikut ini beberapa kelompok yang berisiko terkena kanker tersebut:
1. Faktor Fisik dan Biologis
Jenis kelamin dan hormon: statistik menunjukkan bahwa wanita 3-4 kali lebih mungkin terkena kanker ini daripada pria. Para ilmuwan percaya bahwa estrogen memainkan peran kunci dengan merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol dalam empedu, yang menyebabkan batu dan peradangan.
Usia lanjut: sebagian besar ditemukan pada orang berusia 60-70 tahun ke atas, meskipun kasusnya semakin banyak terlihat pada orang yang lebih muda karena perubahan gaya hidup.
Kelainan bawaan lahir: seperti kista bilier atau hubungan abnormal antara saluran empedu dan pankreas, yang menyebabkan enzim pankreas mengalami refluks dan peradangan kronis pada kantung empedu.
2. Riwayat Penyakit
Batu empedu: individu dengan batu empedu berukuran lebih besar dari 3 cm memiliki risiko yang jauh lebih tinggi karena batu empedu terus-menerus mengiritasi dinding kantung empedu sehingga menyebabkan tukak dan mutasi.
Polip kandung empedu: sebagian besar jinak, tetapi jika polip berukuran lebih besar dari 1 cm, dokter biasanya merekomendasikan pengangkatan segera karena kemungkinan terjadinya transformasi menjadi kanker sangat tinggi.
Kantung empedu porselen: suatu kondisi di mana endapan kalsium mengeraskan dinding kantung empedu seperti keramik, akibat peradangan yang berkepanjangan.
Infeksi kronis: seperti menjadi pembawa bakteri tifus atau infeksi cacing hati, yang umum terjadi di Asia termasuk Thailand.
3. Faktor Kebiasaan dan Lingkungan
Obesitas: kelebihan berat badan secara langsung memengaruhi keseimbangan empedu dan meningkatkan risiko batu empedu.
Pola makan dan karsinogen: konsumsi terus-menerus makanan tinggi lemak atau paparan bahan kimia tertentu seperti nitrosamin yang ditemukan dalam makanan fermentasi atau beberapa ikan air tawar mentah, dan merokok.
Riwayat keluarga: jika ada kerabat dekat yang pernah menderita kanker kandung empedu, risiko Anda meningkat dua kali lipat. Meskipun bukan penyebab utama, hal ini tetap memerlukan kewaspadaan.
Cara Mencegah Kanker Kandung Empedu
1. Pertahankan berat badan yang ideal
Obesitas merupakan faktor risiko utama karena meningkatkan kadar kolesterol dalam empedu, yang menyebabkan batu empedu dan peradangan kronis.
Oleh sebab itu, turunkan berat badan secara bertahap seperti melakukan diet ketat, dapat menyebabkan hati melepaskan kolesterol berlebih.
2. Pilih makanan yang kaya serat
Sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh meningkatkan fungsi empedu dan kesehatan usus. Konsumsi juga ikan yang kaya omega-3 membantu menyeimbangkan empedu.
Hindari makanan tinggi lemak trans, makanan gorengan, atau daging berlemak yang membebani kantung empedu.
3. Jangan biarkan batu empedu menjadi kronis
Jika batu empedu terdeteksi, meskipun tanpa rasa sakit, konsultasikan dengan dokter bedah untuk menilai risikonya. Batu yang besar (lebih dari 3 cm) atau beberapa batu mungkin memerlukan pembedahan untuk mencegah perubahan kanker di masa mendatang.
4. Hindari perilaku berisiko dan kontaminan
Berhentilah merokok, waspadai infeksi cacing hati dari hidangan ikan air tawar mentah atau setengah matang, karena bisa mengandung parasit menyebabkan peradangan kronis pada sistem empedu.
5. Periksaan kesehatan
Karena kanker ini tidak menunjukkan gejala awal, pemeriksaan umum mungkin tidak cukup.
Lakukan ultrasonografi perut, metode paling sederhana dan aman untuk mendeteksi batu, polip, atau kelainan dinding kantung empedu.
Mereka yang memiliki riwayat anggota keluarga terkena kanker kandung empedu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih awal dan lebih detail.

2 hours ago
3
















































