Mengenal Benteng Laferriere, Situs UNESCO di Balik Tragedi Paskah

8 hours ago 3

Jakarta -

Kecelakaan tragis terjadi di Benteng Lafarriere atau Citadelle Laferriere, Haiti, pada 11 April 2026 waktu setempat.

Insiden ini terjadi saat perayaan Paskah yang dihadiri ribuan pengunjung. Kepadatan massa memicu desak-desakan dan aksi saling injak.

Dalam pernyataan pemerintah tidak disebutkan total korban tewas. Namun, surat kabar Le Nouvelliste Haiti pertama kali melaporkan jumlah korban tewas setidaknya 30 orang.

Pemerintah Haiti telah menetapkan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan kepada pada korban. Situs wisata Benteng Lafarriere kini ditutup sementara untuk memfasilitasi penyelidikan.


Tentang Benteng Laferriere

Citadelle Laferriere adalah benteng raksasa di atas Gunung Bonnet à l'Évêque, Haiti, yang sering dijuluki sebagai Keajaiban Dunia Kedelapan.

Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1982, tempat ini merupakan ikon perjuangan kemerdekaan Haiti dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari sejarah serta pemandangan alam Karibia.

Dibangun oleh Henri Christophe, benteng ini memiliki dinding batu setinggi 40 meter dan ribuan meriam besi. Benteng ini juga menjadi simbol kebebasan Haiti sebagai republik kulit hitam pertama yang merdeka dari penjajahan Prancis.

Benteng Laferriere berlokasi di Haiti bagian utara, dekat dengan Kota Milot. Berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, benteng ini menjadi tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan hijau yang luas hingga ke Teluk Cap-Haitien.

Untuk mencapai benteng, pengunjung harus berjalan kaki menanjak selama 1 sampai 2 jam. Selain berjalan kaki, pengunjung juga bisa menyewa kuda atau menyewa motor.

Pengunjung disarankan menyewa pemandu lokal agar lebih memahami sejarah mendalam dari setiap sudut benteng ini.

(KHS/and)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |