Peneliti RI Temukan Kayu Ini Bisa Turunkan Gula Darah, Berpotensi Jadi Obat Diabetes!

13 hours ago 8

Jakarta -

Sebuah penelitian dari Indonesia menemukan potensi tanaman lokal yang bisa membantu mengatasi diabetes. Tanaman yang dimaksud adalah kayu raru, yang sejak lama dikenal dalam tradisi masyarakat Batak.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. Mereka meneliti ekstrak kulit kayu raru yang memiliki nama ilmiah Vatica perakensis sebagai kandidat bahan herbal untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

Menariknya, penelitian ini berawal dari pengetahuan tradisional masyarakat Batak. Selama bertahun-tahun, kayu raru sering digunakan sebagai campuran dalam minuman tradisional tuak. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, kayu ini dipercaya bisa membantu mengontrol kadar gula darah.

Peneliti dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Gunawan Trisandi Pasaribu, menjelaskan bahwa ekstrak kulit kayu raru memiliki sifat antioksidan dan berpotensi menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase.


Enzim tersebut berperan dalam proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh.

"Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak kulit kayu raru kami kombinasikan dengan karbon aktif berbahan dasar mocaf (tepung singkong termodifikasi) yang berfungsi sebagai pembawa (carrier) zat aktif," ujar Gunawan dikutip dari rilis resmi BRIN, Minggu (15/3).

Gunawan menjelaskan bahwa karbon aktif tersebut dibuat melalui proses pemanasan khusus hingga menghasilkan struktur berpori yang sangat halus. Struktur ini diharapkan mampu membawa sekaligus melepaskan senyawa aktif dari ekstrak raru dengan lebih efektif di dalam tubuh.

Uji Coba pada Hewan

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti melakukan uji praklinis menggunakan tikus jantan yang dibuat mengalami diabetes.

Hewan percobaan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Ada kelompok kontrol, kelompok yang hanya diberi ekstrak raru, serta kelompok yang mendapat kombinasi ekstrak raru dengan karbon aktif berbahan mocaf dalam komposisi berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak raru tunggal mampu menurunkan kadar gula darah hingga 21,94 persen.

Sementara itu, kombinasi ekstrak raru dan karbon aktif menghasilkan penurunan gula darah sebesar 18,85 persen pada rasio 75:25 dan 14,97 persen pada rasio 50:50. Meski tetap memberikan efek penurunan, hasilnya belum lebih efektif dibanding penggunaan ekstrak raru saja.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa ekstrak raru mampu menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase secara in vitro lebih dari 90 persen. Hal ini diduga berkaitan dengan kandungan senyawa fenolik yang terdapat di dalam tanaman tersebut.

Meski hasil penelitian ini cukup menjanjikan, Gunawan menegaskan bahwa risetnya masih membutuhkan tahap lanjutan sebelum bisa digunakan sebagai obat untuk manusia.

"Ke depan, tim peneliti akan melakukan analisis fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif, mengoptimalkan sistem penghantaran zat aktif, serta memperdalam kajian mekanisme kerja dan aspek keamanan," pungkasnya.

Jika penelitian ini terus berkembang, bukan tidak mungkin kayu raru yang selama ini dikenal dalam tradisi lokal dapat menjadi salah satu kandidat obat herbal antidiabetes berbasis kekayaan hayati Indonesia.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |