Jakarta -
Universitas Tarumanegara (Untar) merilis pernyataan resmi mengenai insiden Lexi Valleno Havlenda, adik penyanyi Keisya Levronka, yang terjatuh dari lantai 6 gedung kampus, dua tahun lalu.
Insiden ini menjadi perhatian publik setelah Levi, ibunda Lexi, membuka kronologinya di media sosial. Lewat unggahannya, Levi bahkan blak-blakan bahwa ia masih menunggu itikad baik dan tanggung jawab dari pihak kampus.
Untar kemudian menyampaikan, pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan langsung dengan keluarga Lexi. Kedua belah pihak terakhir bertemu pada Selasa (3/2) di kampus.
"Universitas Tarumanagara (Untar) telah melakukan pertemuan dan dialog langsung dengan Keluarga Saudara Lexi Valleno Havlenda, termasuk pertemuan terakhir pada Selasa, 3 Februari 2026 di Kampus Untar. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah menyampaikan kronologi peristiwa, pandangan, serta harapan masing masing secara terbuka dan konstruktif," kata Kepala Humas dan Multimedia Untar, Rorlen dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari detikcom.
Pihak kampus menyayangkan derasnya pemberitaan dan narasi yang beredar tanpa penjelasan utuh. Untar juga menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan persepsi publik yang tidak tepat. Padahal, menurut pihak kampus, proses komunikasi sebenarnya telah dilakukan sebelumnya.
"Untar menyesalkan bahwa peristiwa ini telah berkembang menjadi kegaduhan di ruang publik, khususnya di media sosial dan media massa, akibat beredarnya informasi tanpa penjelasan yang utuh dan menyeluruh," ungkapnya.
"Kondisi tersebut berpotensi membentuk opini publik yang tidak proporsional serta menciptakan persepsi yang merugikan institusi, sementara proses komunikasi dan penyelesaian secara dialogis telah dilakukan dan senantiasa terbuka," lanjutnya.
Dalam keterangannya, Untar menyampaikan harapannya agar seluruh proses dapat menghasilkan solusi yang terbaik untuk semua pihak.
Pihak kampus juga menghormati keputusan keluarga Lexi yang menolak dukungan atau bantuan yang telah ditawarkan. Meski begitu, Untar menegaskan akan mencari alternatif penyelesaian lain yang sesuai aturan.
"Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait. Namun, Untar menghormati keputusan pihak Keluarga Lexi Valleno Havlenda yang tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang telah kami upayakan," ujarnya.
"Untuk itu, kami berusaha mencari alternatif penyelesaian agar penanganan peristiwa dapat dicari jalan keluar secara objektif, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta tata kelola institusi yang berlaku," imbuhnya.
Sebelumnya, Levi Leonita Davies, ibunda Lexi, menceritakan kronologi kecelakaan dan kondisi putranya setelah mengalami insiden tersebut. Ia juga menagih tanggung jawab dari pihak kampus dan organisasi yang menurutnya belum menunjukkan itikad baik.
Levi juga menyebutkan putranya tidak mendapatkan penanganan pertama yang tepat, yang membuat kondisi Lexi kian memburuk.
Setelah mengungkapkan kejadian tersebut di media sosial, Levi mengaku telah dihubungi pihak terkait. Ia juga menyinggung tawaran bantuan dari pihak kampus.
"Sudah ada respons baik dan terima kasih itikat baiknya meski apa yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material and imaterial yang sudah dikeluarkan. Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa and support-nya," tulis Levi di Instagram.
(KHS/dis)

2 hours ago
1
















































