Jakarta -
Perayaan Imlek identik dengan kebersamaan, tradisi, dan refleksi tentang keluarga. Meski belum banyak film Indonesia yang secara khusus menjadikan Imlek sebagai tema utama, sejumlah karya menghadirkan potret kehidupan masyarakat Tionghoa yang kuat dan relevan untuk ditonton saat momen Tahun Baru China.
1. Ngenest
Film Ngenest - Ernest Prakasa/ Foto: Twitter/ZhaScumbag
Salah satu film yang sering dikaitkan dengan isu identitas Tionghoa adalah Ngenest karya Ernest Prakasa. Film ini diangkat dari kisah nyata Ernest yang sejak kecil mengalami perundungan karena latar belakang etnisnya.
Cerita berkembang ketika ia dewasa dan mulai memikirkan masa depan, termasuk ketakutannya jika anaknya kelak mengalami diskriminasi yang sama.
Melalui pendekatan drama komedi, film ini membahas krisis identitas, rasa ingin diterima, dan pergulatan menjadi bagian dari kelompok minoritas di Indonesia.
Walau tidak menampilkan perayaan Imlek secara eksplisit, nuansa keluarga Tionghoa dan dinamika sosialnya terasa kuat sepanjang film.
2. Cek Toko Sebelah
film kedua ernest prakasa/ Foto: Starvision Plus
Nuansa kekeluargaan yang lebih hangat terlihat dalam Cek Toko Sebelah, yang juga disutradarai Ernest Prakasa. Film ini berpusat pada Koh Afuk, seorang ayah pemilik toko kelontong sederhana yang ingin mewariskan usahanya kepada salah satu anaknya.
Keputusan tersebut memicu konflik di antara dua bersaudara yang memiliki karakter dan jalan hidup berbeda. Cerita mengalir dengan humor, tetapi tetap menyentuh isu serius tentang tanggung jawab, bakti kepada orang tua, dan tradisi meneruskan usaha keluarga.
Suasana makan bersama, obrolan tentang masa depan, hingga tekanan ekspektasi keluarga membuat film ini terasa sangat dekat dengan nilai-nilai yang sering muncul dalam momen perayaan Imlek.
3. Cek Toko Sebelah 2
Cuplikan CEK TOKO SEBELAH 2/ Foto: Dok. Cek Toko Sebelah 2
Sekuelnya, Cek Toko Sebelah 2, menghadirkan konflik yang lebih emosional dan dewasa. Kisahnya berfokus pada rencana pernikahan dan perbedaan latar belakang keluarga yang menimbulkan ketegangan.
Film ini menyoroti pentingnya restu orang tua, gengsi keluarga, serta kompromi dalam hubungan. Dinamika tersebut merefleksikan realitas yang kerap terjadi dalam keluarga Tionghoa modern, terutama ketika tradisi bertemu dengan pola pikir generasi baru.
4. Ca Bau Kan
Sementara itu, Ca Bau Kan yang disutradarai Nia Dinata menghadirkan perspektif historis tentang komunitas Tionghoa di Batavia pada masa kolonial. Film ini mengisahkan perjalanan seorang perempuan dalam struktur sosial yang kompleks dan penuh hierarki.
Lewat latar sejarah yang kuat, penonton diajak memahami bagaimana identitas, relasi kuasa, dan tradisi membentuk kehidupan masyarakat Tionghoa pada masa lalu. Film ini memang lebih berat secara tema, tetapi penting sebagai representasi sejarah budaya Tionghoa dalam sinema Indonesia.
Secara keseluruhan, film-film tersebut tidak selalu menampilkan ritual Imlek secara langsung, seperti barongsai atau pembagian angpao.
Namun, nilai yang diangkat-tentang keluarga, identitas, tradisi, dan penerimaan diri, selaras dengan semangat Imlek yang menekankan kebersamaan dan refleksi.
Bagi penonton yang ingin menikmati tontonan bernuansa budaya Tionghoa Indonesia dengan cerita yang menyentuh dan relevan, deretan film ini dapat menjadi pilihan yang tepat.
(ikh/ikh)
Loading ...

15 hours ago
20














































