Jakarta -
Media sosial ramai membahas soal sertifikasi Executive Chef yang diklaim diakui 13 negara ASEAN.
Hal ini bermula dari unggahan kreator kuliner Henny Maria atau Red Koki yang memamerkan sertifikat BNSP untuk jabatan Executive Chef.
"Akhirnya lulus sertifikasi BNSP jabatan tertinggi profesi chef yaitu Executive Chef yang diakui di 13 negara ASEAN," tulis Henny Maria.
"Semoga bisa ikut membantu memperbaiki sistem MBG demi kesejahteraan anak bangsa," tulisnya.
Sayangnya, unggahan tersebut justru menuai kontroversi. Banyak warganet hingga pelaku industri kuliner mempertanyakan klaim jabatan Executive Chef yang disebut sebagai posisi tertinggi profesi chef.
Sebab, di dunia profesional, posisi Executive Chef biasanya diraih lewat pengalaman panjang memimpin dapur, bukan sekadar melalui sertifikasi.
Di tengah ramainya perdebatan, Chef Arnold Poernomo ikut memberikan komentar yang langsung viral di Threads.
"Ternyata pengalaman saya dari cuci piring Dan dunia f&b Selamat 22th ini masih kalah dengan title kasta tertinggi di Dunia F&B 'Executive Chef' yang di akui 13 Negara se ASEAN," tulis Chef Arnold Poernomo dengan nada satir.
"Wah diakui 13 negara ASEAN. Sungkem, salim, hormat," tutupnya.
Komentar singkat itu langsung ramai dibagikan ulang oleh netizen dan dianggap sebagai sindiran halus terhadap polemik sertifikasi tersebut.
Tak sedikit pengguna media sosial yang kemudian ikut membahas bagaimana perjalanan seorang chef profesional biasanya dimulai dari bawah, mulai dari commis, cook helper, chef de partie, sous chef, hingga akhirnya bisa menduduki posisi Executive Chef setelah bertahun-tahun pengalaman kerja.
Polemik semakin meluas hingga Red Koki akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku unggahan tersebut tidak bermaksud merendahkan profesi chef lain maupun menimbulkan kegaduhan.
Red Koki juga merasa dirinya menjadi sasaran serangan personal setelah unggahan tersebut viral di media sosial.
"Saya mohon maaf jika postingan saya menimbulkan persepsi yang berbeda dan memicu polemik," tulis Red Koki dalam klarifikasinya.
"Saya tidak pernah merasa paling hebat atau paling tinggi. Saya hanya bersyukur atas pencapaian saya," tulis Red Koki.
Tak hanya itu, Red Koki turut menjelaskan alasan dirinya menghapus unggahan yang viral tersebut. Menurutnya, diskusi di kolom komentar sudah mulai melebar dan dipenuhi serangan personal.
"Saya hapus postingannya karena sudah banyak hate comment dan out of context," tutupnya.
Dalam klarifikasi lainnya, Red Koki juga menegaskan bahwa sertifikasi yang ia dapatkan bukan berarti dirinya otomatis berada di atas chef lain. Ia mengaku hanya mengikuti proses sertifikasi kompetensi yang tersedia dan ingin membagikan rasa syukur atas pencapaiannya tersebut.
Meski begitu, polemik soal sertifikasi Executive Chef ini masih terus ramai diperbincangkan warganet hingga kini, terutama setelah komentar satire dari Chef Arnold ikut viral di Threads.
(dis/dis)
Loading ...

9 hours ago
5
















































