Jakarta -
Dekanat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) bersama BEM FH UI dan BEM UI menggelar forum internal dan mengumpulkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual di grup WhatsApp.
Dalam forum internal yang digelar di Auditorium Djokosoetono itu, ke-16 mahasiswa didesak untuk meminta maaf kepada korban.
Meski identitas ke-16 pelaku tidak dipublikasikan secara rinci, wajah mereka telah terpampang dalam rekaman siaran langsung forum tersebut yang tersebar luas di media sosial.
Salah satu identitas mahasiswa yang dikuliti adalah Keona Ezra Pangestu. Ia menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan dalam kasus ini lantaran diduga melakukan pelecehan secara verbal terhadap sejumlah dosen di kampusnya.
Menurut unggahan akun @yliestyop di Thrrads, Keona Ezra Pangestu pada mulanya menyangkal ikut tergabung dalam grup tersebut dan ikut melakukan obrolan bernada melecehkan bersama dengan 15 pelaku lainnya.
"Dia adalah Keona Ezra Pangestu. Dia merupakan sosok yang sempat membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap para korban di grup chat bersama 15 pelaku lainnya," tulis akun @yliestyop seperti dilihat pada Rabu (15/4).
Namun, Keona Ezra Pangestu terbuki merupakan anggota grup chat mahasiswa FH UI tersebut, meskipun sempat menyangkal.
Malahan, terungkap bahwa Keona Ezra Pangestu menjadi orang yang diduga melakukan pelecehan secara verbal terhadap sejumlah dosen di kampusnya.
"Singkat cerita, ternyata justru dia yang melakukan pelecehan seksual verbal terhadap dosen FH UI yang diduga berjumlah 7 orang. Bahkan salah satu dosen yang menjadi korban turut hadir dalam forum yang digelar hari ini," sambungnya.
Unggahan di Threads/ Foto: dok. Threads
Rumor tersebut semakin menguat setelah beredar informasi yang menyebutkan dugaan jumlah korban yang di antarnaya ada tujuh orang dosen.
Terkait isu yang menyeret namanya itu, Keona Ezra Pangestu disebut telah menyampaikan keberatan atas penyebaran identitas pribadinya di media sosial.
Ia menilai bahwa publikasi tersebut berpotensi merugikan reputasinya, terlebih di tengah belum adanya kepastian hukum terkait tuduhan yang beredar tersebut.
Oleh sebab itu, Keona Ezra Pangestu meminta kepada pihak-pihak yang menyebarkan konten tersebut untuk segera menghapus informasi yang mencantumkan akun pribadinya.
Keona Ezra Pangestu juga disebut tidak segan untuk mengambil langkah hukum jika permintaan tersebut tidak diindahkan.
(arm/agn)
Loading ...

6 hours ago
9















































