Toy Story 5 Hadir dengan Cerita Lebih Dewasa, Orang Tua Perlu Tahu Fakta Ini

9 hours ago 5

Jakarta -

Kehadiran film animasi Toy Story 5 sukses menarik perhatian para penggemar. Namun ada satu hal yang cukup mengejutkan dari film terbaru produksi Pixar ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise Toy Story yang sudah berjalan lebih dari tiga dekade, film tersebut tidak mendapat label Semua Umur atau G (General).

Sebagai gantinya, Toy Story 5 mendapatkan rating PG (Parental Guidance) atau Bimbingan Orang Tua. Artinya, meski masih ramah untuk keluarga, ada beberapa adegan dan tema yang membuat anak-anak perlu didampingi orang dewasa saat menontonnya.

Film ini direkomendasikan untuk penonton berusia 5 tahun ke atas.

Pihak pembuat film memberikan label PG karena adanya beberapa unsur tematik dan humor yang dinilai kurang cocok dipahami anak-anak tanpa pendampingan.


Salah satu yang paling banyak disorot adalah kemunculan karakter baru bernama Smarty Pants, yang disuarakan oleh komedian Conan O'Brien. Karakter ini merupakan alat bantu latihan buang air kecil untuk anak-anak.

Kehadiran Smarty Pants membuat film dipenuhi berbagai humor seputar toilet. Beberapa dialog menyinggung soal buang air kecil, buang air besar, hingga kentut.

Bahkan terdapat adegan ketika salah satu karakter berteriak, "Siram kau!" dan ada dialog lain yang terpotong sebelum mengucapkan kalimat, "Dia akan membersihkan pan***mu."

Meski disajikan dalam nuansa komedi, beberapa orang tua mungkin merasa humor seperti ini kurang sesuai untuk anak usia sangat dini.

Selain humor toilet, Toy Story 5 juga disebut-sebut menghadirkan momen romantis yang belum pernah ada sebelumnya dalam franchise ini.

Jika sebelumnya Bo Peep hanya terlihat mencium pipi Woody, kali ini ada adegan ciuman dari kejauhan antara Buzz Lightyear dan Jessie setelah Buzz memberanikan diri melamar Jessie.

Meski adegannya tergolong ringan, momen tersebut menjadi salah satu hal baru yang membedakan Toy Story 5 dari film-film sebelumnya.

Dalam film terbaru ini, Bonnie yang kini berusia 8 tahun mulai menghadapi tantangan baru. Ia menjadi salah satu dari sedikit anak yang masih gemar bermain dengan mainan tradisional.

Karena khawatir Bonnie kesepian dan sulit mendapatkan teman, orang tuanya membelikannya sebuah tablet pintar bernama Lilypad.

Perangkat tersebut membantu Bonnie terhubung dengan teman-teman baru secara virtual. Namun di sisi lain, gadget itu justru membuat Bonnie semakin sering menyendiri dan menjauh dari dunia bermain yang selama ini dicintainya.

Situasi tersebut membuat Woody, Buzz, Jessie, dan para mainan lainnya mulai mempertanyakan keberadaan mereka. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa teknologi kini semakin mendominasi kehidupan anak-anak.

Berbeda dari film-film sebelumnya yang lebih fokus pada petualangan dan persahabatan, Toy Story 5 juga mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan keluarga modern, yaitu ketergantungan anak pada gadget.

Melalui kisah Bonnie dan para mainannya, Pixar mencoba mengajak penonton melihat bagaimana teknologi dapat mempengaruhi hubungan anak dengan lingkungan sekitarnya.

Itulah meski tetap menghadirkan humor, petualangan, dan karakter-karakter favorit yang sudah dikenal selama bertahun-tahun, Toy Story 5 menawarkan cerita yang lebih emosional dan relevan dengan kondisi saat ini.

(yoa/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |