Usia Berapa Boleh Pakai Retinol? Ini Penjelasannya Menurut Ahli

17 hours ago 27

Usia Berapa Boleh Pakai Retinol? Ini Penjelasannya Menurut Ahli

Retinol merupakan salah satu zat turunan vitamin A yang dikenal efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit, bahkan mampu membuat kulit lebih glowing jika digunakan secara berkala. Kandungan aktif ini membuat retinol ada di banyak produk skincare.

Zat satu ini dikenal mampu mengurangi tanda penuaan, mengatasi jerawat, hingga memperbaiki tekstur kulit.

Spesialis Dermofarmasi dan Nutrisi dari Farmacia Avenida de América, Belen Acero juga mengungkapkan bahwa retinol bekerja tidak hanya di permukaan kulit, tetapi juga hingga lapisan lebih dalam untuk melawan tanda-tanda penuaan.

Acero menjelaskan bahwa retinol mampu menyamarkan garis halus, kerutan, hingga noda hitam. Kandungan aktif ini juga merangsang produksi kolagen dalam tubuh, serta efek antioksidan yang bisa melindungi kulit dari radikal bebas.


Hal ini membuat kulit terasa lebih kencang serta pori-pori pada wajah lebih kecil, wajah pun terlihat lebih cerah dan segar.

Meski memiliki banyak manfaat, retinol juga punya potensi untuk menimbulkan iritasi dan membuat kulit lebih sensitif. Efek ini membuat retinol harus dipakai bertahap sesuai takaran agar kulit bisa membiasakan diri.

Para ahli pun menyarankan agar retinol digunakan pada malam hari, kemudian dibersihkan dengan baik pada pagi harinya untuk meminimalisir iritasi. Sementara pada pemilik kulit sensitif, pemakaian sebaiknya dilakukan dari jumlah kecil untuk melihat reaksi yang terjadi.

Melihat manfaat hingga efek samping yang bisa ditimbulkan, kapan sebenarnya usia yang tepat untuk mulai menggunakan retinol? Begini penjelasannya menurut ahli.

Usia Berapa Boleh Pakai Retinol? Ini Penjelasannya Menurut Ahli

Kapan Sebaiknya Mulai Pakai Retinol?

Dermatolog Dr. Martia García-Legaz dari Instituto Médico Ricart menjelaskan bahwa retinol sebenarnya bisa digunakan sejak usia muda. Namun pada remaja, pemakaian retinol umumnya dikhususkan untuk mereka yang punya bekas jerawat atau noda hitam.

Formula yang mengombinasikan retinol dengan asam glikolat atau asam salisilat bisa membantu mengontrol minyak serta jerawat.

Remaja kemudian disarankan untuk memilih retinol dengan konsentrasi rendah, retinol enkapsulasi untuk mengurangi risiko iritasi, atau retinol yang punya sifat antibakteri.

Kebutuhan kulit kemudian berubah seiring dengan bertambahnya usia, begitu pula dengan fungsi retinol. Pada remaja, retinol punya fungsi untuk mengatasi jerawat. Pada usia 20-an hingga 30-an, bahan ini membantu untuk menyamarkan hiperpigmentasi pada kulit dan mencegah garis halus.

Sementara pada usia 40 hingga 50-an, retinol bekerja sebagai kandungan aktif untuk meningkatkan produksi kolagen, memperbaiki warna dan tekstur kulit, serta mengurangi kerutan. Konsentrasi yang lebih tinggi umumnya direkomendasikan untuk kulit yang lebih kencang dan cerah.

Penggunaan retinol kemudian dapat dilakukan oleh mereka yang masih berusia muda, tetapi dalam konsentrasi yang lebih kecil untuk mencegah efek iritasi. Meski demikian, mereka yang memiliki kulit sensitif perlu memastikan jika mereka cocok dengan retinol.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |