10 Perilaku yang Jadi Tanda Seseorang Kurang Menghargai Diri Sendiri
Menghargai diri sendiri sering terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak selalu mudah dilakukan.
Self respect bukan sekadar soal percaya diri, melainkan bagaimana seseorang menempatkan dirinya secara sehat dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Sikap ini berperan besar dalam menjaga kesehatan mental sekaligus membentuk kualitas hubungan dengan orang lain.
Tanpa disadari, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang terus berulang dan perlahan mempengaruhi cara pandang terhadap diri sendiri.
Mulai dari merasa tidak pernah cukup baik, sulit menetapkan batasan, hingga gemar menyalahkan diri atas segala hal.
Jika dibiarkan, pola ini bisa memengaruhi keputusan, relasi, dan rasa percaya diri dalam jangka panjang.
Berikut sejumlah perilaku yang bisa menjadi tanda seseorang belum sepenuhnya menghargai dirinya sendiri.
1. Takut Konfrontasi
Menghindari konflik memang terdengar dan terasa lebih aman. Banyak orang memilih diam demi menjaga suasana tetap tenang, meski di dalam hati merasa tidak nyaman atau bahkan dirugikan. Sikap ini sering dianggap sebagai bentuk kedewasaan, padahal bisa jadi itu tanda kurangnya penghargaan terhadap diri sendiri.
Terus menerus menekan perasaan hanya demi menghindari gesekan bisa membuat luka emosional menumpuk. Padahal, menyampaikan keberatan secara tenang dan tegas justru bagian dari menghargai diri sendiri. Konflik yang sehat tidak akan selalu berujung buruk, selama disampaikan dengan cara yang tepat.
2. Terlalu Sering Membenarkan Diri
Merasa perlu menjelaskan setiap keputusan secara panjang lebar kerap berakar dari keraguan pada diri sendiri. Seolah setiap langkah harus mendapat persetujuan agar terasa sah. Kebiasaan ini membuat seseorang terlihat tidak yakin, bahkan ketika keputusan yang diambil sebenarnya sudah matang.
Padahal, tidak semua keputusan membutuhkan persetujuan banyak pihak. Selama pilihan itu tidak merugikan siapa pun, seseorang berhak berdiri di atas keputusannya sendiri. Kepercayaan diri tumbuh ketika seseorang tidak lagi merasa perlu terus-menerus membenarkan diri dan meminta validasi dari orang lain.
3.Bergantung pada Validasi Eksternal
Pujian memang menyenangkan, tetapi ketika harga diri sepenuhnya bergantung pada pengakuan orang lain, di situlah masalah muncul. Ada dorongan untuk selalu tampil sempurna demi mendapat apresiasi. Tanpa apresiasi, muncul perasaan kosong atau tidak cukup baik. Kondisi ini membuat suasana hati mudah naik turun tergantung respons sekitar.
Pengakuan dari luar memang menyenangkan, tetapi fondasi harga diri seharusnya dibangun dari dalam. Ketika seseorang mampu menghargai usaha dan pencapaiannya sendiri, ia tidak mudah goyah oleh penilaian orang lain.
4. Membiarkan Diri Diremehkan
Diam saat diperlakukan tidak sopan atau diremehkan sering kali dilakukan demi menjaga hubungan tetap aman. Namun, kebiasaan ini bisa memberi sinyal bahwa batasan pribadi dan self respect mudah dilanggar.
Hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar saling menghargai. Ketika perlakuan tidak pantas terus ditoleransi dan dibiarkan, harga diri perlahan akan terkikis. Menghargai diri sendiri berarti berani mengatakan bahwa sikap tersebut tidak bisa diterima.
5. Tidak Nyaman dengan Kesendirian
Tidak sedikit orang yang merasa gelisah saat harus sendirian. Kesendirian dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan atau membosankan. Padahal, ketidaknyamanan dalam kesendirian bisa menjadi sinyal bahwa hubungan dengan diri sendiri belum sepenuhnya sehat.
Waktu sendiri justru memberi ruang untuk refleksi dan memahami kebutuhan emosional pribadi. Saat seseorang mampu menikmati kesendirian tanpa rasa cemas berlebihan, itu pertanda ia mulai berdamai dengan dirinya. Self respect sendiri tumbuh dari kemampuan merasa cukup tanpa ketergantungan pada validasi luar.
6. Bertahan dalam Hubungan Setengah Hati
Bertahan dalam hubungan yang minim perhatian atau usaha sering kali dilandasi rasa takut kehilangan. Ada keyakinan bahwa mendapatkan sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.
Padahal, menjalankan hubungan yang sehat seharusnya memberi rasa aman dan dihargai. Ketika standar terus diturunkan demi bertahan, itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang belum benar-benar menghargai dirinya.
7. Sulit Mengungkapkan Keinginan
Merasa sungkan menyampaikan kebutuhan atau keinginan pribadi sering kali berasal dari anggapan bahwa diri tidak sepenting orang lain. Akibatnya, keinginan dipendam dan harapan dibiarkan tidak terucap.
Padahal, setiap orang berhak menyuarakan apa yang mereka butuhkan dan bukan berarti egois. Komunikasi yang jujur justru membantu menciptakan hubungan yang lebih sehat selama dilakukan dengan cara yang wajar. Mengungkapkan keinginan ini adalah salah satu contoh bentuk keberanian untuk menghargai diri sendiri.
8. Terbiasa Menerima yang Kurang
Menurunkan standar terus menerus demi menghindari kekecewaan bisa membuat seseorang terbiasa puas dengan hal yang sebenarnya tidak sesuai harapan. Lama-kelamaan, keinginan untuk berkembang pun ikut memudar.
Self respect berarti memiliki standar yang realistis dan berani memperjuangkannya. Tidak ada salahnya menginginkan sesuatu yang lebih baik selama tetap masuk akal dan sehat.
9. Merasa Kecil di Sekitar Orang Lain
Rasa minder yang muncul setiap kali berada di lingkungan tertentu bisa menjadi tanda kurangnya penghargaan terhadap diri sendiri. Perbandingan dengan orang lain membuat seseorang merasa tidak cukup pintar, tidak cukup menarik, atau tidak cukup sukses.
Padahal, setiap individu memiliki keunikan dan kapasitas masing-masing. Menghargai diri sendiri berarti menyadari bahwa posisi setiap orang setara. Tidak perlu merasa lebih tinggi, tetapi juga tidak perlu merasa lebih rendah dari siapa pun.
10. “Yes Man”
Perilaku terakhir yang kerap jadi tanda kurangnya self respect adalah menjadi “yes man”. Selalu berkata “ya” demi menyenangkan orang lain memang terlihat baik, tetapi jika dilakukan terus-menerus tanpa mempertimbangkan kondisi diri, hal ini bisa berujung pada kelelahan dan stres.
Padahal, kemampuan mengatakan “tidak” adalah bentuk penghargaan terhadap diri. Menolak dengan cara yang sopan dan jelas bukan berarti egois, melainkan upaya menjaga kesehatan mental serta batasan pribadi tetap utuh.
Loading ...

4 hours ago
6
















































