2 Permintaan Terakhir Suzzanna yang Bikin Clift Sangra Tak Kuasa Menolak

3 hours ago 5

Jakarta -

18 tahun sudah kepergian Suzzanna, sosok yang dikenal sebagai ratu horor Indonesia. Namun di balik kariernya yang ikonik, tersimpan momen terakhir yang begitu emosional yakni sebuah percakapan singkat yang justru meninggalkan pesan mendalam bagi sang suami, Clift Sangra.

Menjelang akhir hidupnya pada 15 Oktober 2008, Suzzanna sempat menyampaikan dua permintaan penting. Dalam kondisi yang sudah melemah, ia masih berusaha berbicara dan meminta janji dari sang suami.

"Waktu saya meluk gini tuh, dia masih sempet ngomong sama saya 'Pah, ada 2 permintaan yang minta dipenuhin sebelum meninggal. Janji ya?'," kata Clift menirukan sang istri.

Permintaan pertama yang diungkap Suzzanna berkaitan dengan masa depan anak angkat mereka, Rama Yohannes. Ia ingin anak tersebut tumbuh menjadi seorang perwira TNI.


"Yang pertama, tolong jadikan anak angkat kita untuk jadi tentara TNI. Oke saya bilang gitu. Saya akan jadikan dia TNI," jelas Clift.

Janji itu bukan sekadar ucapan. Bertahun-tahun kemudian, amanat tersebut benar-benar terwujud. Rama Yohannes kini diketahui telah menjadi anggota TNI dan bertugas di Kalimantan.

"Dan sekarang emang jadi TNI sudah dinas di Kalimantan (jadi) amanat yang pertama udah," kenangnya.

Namun, permintaan kedua justru jauh lebih berat untuk diterima. Suzzanna meminta Clift untuk menikah lagi setelah dirinya tiada. Ia ingin suaminya memiliki kehidupan baru, termasuk memiliki anak kandung.

"Yang kedua, Pah kamu nikah lagi. Wah, saya bilang nggak mau kalau nikah lagi," kenang Clift Sangra.

Meski awalnya menolak, Suzzanna memberikan alasan yang membuat Clift tak bisa lagi membantah. Ia ingin pergi dengan tenang, tanpa rasa khawatir terhadap masa depan suaminya.

"Kalau kamu nggak nikah lagi, cari istri yang baik, punya anak kandung, saya meninggalnya nggak tenang!" ucapnya menirukan Suzzanna.

Setelah menyampaikan dua pesan itu, suasana berubah menjadi sangat hening. Clift masih memeluk sang istri saat momen terakhir itu terjadi-sebuah detik yang tak akan pernah ia lupakan.

"Sesudah itu ngomong selesai, tarik napas satu kali, buang napas. Tarik lagi satu kali lagi, udah meninggal. Posisinya kepalanya di sini. Di tangan saya meninggalnya. Jam 11 malem lebih 15 menit. 23.15," pungkasnya.

Kisah ini bukan sekadar tentang kepergian seorang legenda film horor. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang cinta, keikhlasan, dan pesan terakhir yang terus hidup bahkan setelah 18 tahun berlalu.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |