Jakarta -
Perkembangan zaman yang semakin modern menuntut setiap orang untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang serba instan. Gaya hidup ini sering kali membuat seseorang mengabaikan kondisi kesehatannya.
Generasi muda menjadi kelompok yang paling terdampak dari fenomena tersebut, mengingat mayoritas dari mereka berada dalam rentang usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi. Tak jarang, kesibukan tersebut justru menjadi pemicu dari berbagai penyakit kronis. Apa sajakah penyakit tersebut?
Berikut ini 7 penyakit kronis yang mengintai anak muda.
Diabetes
Tidak hanya orang tua, kini anak muda juga rentan terkena diabetes. Makanan dan minuman kekinian yang tengah populer saat ini banyak digemari oleh anak muda. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari akan tingginya kandungan gula atau pemanis dari sajian tersebut. Asupan gula berlebih yang melampaui batas harian merupakan faktor risiko utama terjadinya diabetes.
Kondisi ini diperparah oleh gaya hidup serba instan yang memicu kurangnya aktivitas fisik. Akibatnya, terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh atau obesitas yang menyebabkan resistensi insulin. Alhasil, tubuh menjadi kesulitan mengatur gula darah hingga akhirnya risiko diabetes meningkat secara signifikan.
Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali diderita oleh usia lanjut. Namun, penyakit ini secara perlahan juga mulai mengintai para generasi muda. Kombinasi antara minimnya aktivitas fisik dan tekanan psikologis yang tinggi menjadi pemicu utama di balik meningkatnya kasus hipertensi di usia dini.
Berbagai kebiasaan yang kurang sehat tersebut dapat meningkatkan tekanan darah atau memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini sering kali terjadi tanpa gejala yang jelas sehingga banyak penderita yang baru menyadarinya ketika statusnya sudah kritis..
Kolesterol
Kolesterol umumnya dialami oleh orang dewasa berumur 40 tahun ke atas. Namun, kondisi ini juga bisa diderita oleh usia muda, terlebih lagi jika memiliki riwayat genetik dalam keluarganya.
Asupan nutrisi harian yang buruk menjadi penyebab utama dari penyakit kronis ini. Kegemaran anak muda terhadap makanan cepat saji yang tinggi akan kandungan lemak jenuh dapat memicu kenaikan kolesterol jahat. Sebaiknya, mulai kurangi makanan cepat saji dan beralih ke real food dengan gizi seimbang.
Penyakit Kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan aritmia, dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Umumnya, kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada bagian pembuluh darah di sekitar jantung. Selain itu, komplikasi dari kondisi kesehatan lainnya juga menjadi faktor pendorong terjadinya penyakit ini.
Penyakit kardiovaskular bisa dicegah dengan memulai kebiasaan hidup yang sehat, seperti tidak merokok, menjaga pola makan, tidur teratur, dan rutin berolahraga.
Kanker
Tren terbaru menunjukkan bahwa penyakit kanker kini semakin banyak diidap oleh anak muda. Gaya hidup yang buruk menjadi penyebab utama dari penyakit kronis tersebut.
Kanker ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal secara tidak terkendali di dalam tubuh. Sel-sel tersebut mampu merusak jaringan sekitarnya dan menyebar hingga ke bagian tubuh lain. Jenis kanker yang rentan terjadi pada kelompok usia muda, antara lain kanker payudara (pada wanita), paru-paru, usus besar, dan rektum.
Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal kronis menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Penyakit ini umumnya ditandai dengan masalah buang air kecil, mudah lelah, dan pembengkakan pada bagian kaki. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan internal tubuh hingga pengaruh eksternal dari gaya hidup.
Penyakit ginjal dapat dihindari dengan melaksanakan gaya hidup sehat, seperti rutin minum air putih, rajin berolahraga, dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Selain itu, sangat penting untuk membatasi asupan garam sebab kadar natrium yang terlalu tinggi merupakan salah satu pemicu utama dari gangguan fungsi ginjal.
Penyakit Mental
Selain penyakit yang menyerang fisik, gangguan kesehatan psikologis juga menjadi isu yang mengkhawatirkan di kalangan anak muda. Tekanan dari ritme hidup yang serba cepat sering kali memengaruhi pikiran dan berujung pada gangguan kejiwaan yang lebih serius, seperti kecemasan berlebih (anxiety), bipolar, hingga depresi.
Risiko ini kian meningkat karena mayoritas usia muda memiliki emosi yang belum stabil dan ketahanan mental yang masih terlalu rapuh. Terlebih lagi jika tidak dibarengi dengan kemampuan manajemen pikiran yang baik di tengah tuntutan hidup yang semakin berat. Maka dari itu, perlu adanya pengelolaan pikiran dan emosi yang baik agar tidak berujung pada kondisi burn out.
(Astrid Riyani Atmaja/dis)
Loading ...

2 hours ago
2
















































