Jakarta -
Momen Lebaran menjadi waktu bagi banyak keluarga untuk melakukan kegiatan memasak bersama secara besar-besaran, mulai dari membuat kue kering hingga makanan berat seperti opor dan rendang yang didampingi ketupat atau lontong.
Namun terkadang hidangan bersantan yang dibuat dalam jumlah besar di momen Lebaran tidak bisa dihabiskan. Hal ini berujung pada makanan yang disimpan lalu dipanaskan ulang beberapa kali jika ingin dikonsumsi di hari-hari berikutnya agar tidak terbuang percuma.
Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan soal pengaruh yang ditimbulkan dari memanaskan makanan berbahan dasar santan berulang kali untuk dikonsumsi. Apakah tindakan ini berbahaya? Berikut merupakan penjelasannya.
Bahaya Memanaskan Santan Berulang Kali
Banyak yang tidak menyadari bahaya yang bisa dibawa dari memanaskan makanan berbahan dasar santan berulang kali. Berikut merupakan beberapa bahaya yang bisa didapat dari memanaskan santan.
1. Bisa Memunculkan Lemah Jenuh
Santan pada dasarnya tidak mengandung kolesterol, tetapi memiliki kandungan asam lemak dan trigliserida yang bisa dibakar oleh tubuh. Namun santan bisa menjadi masalah ketika diolah dalam waktu lama dan dihangatkan berkali-kali.
Proses pemanasan berulang kali bisa membuat kandungan lemak dalam santan berubah menjadi lemak jenuh. Hal ini kemudian bisa meningkatkan kadar LDL alias lemak jahat dalam tubuh hingga berpotensi menyumbat aliran darah ke jantung dan otak.
2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung hingga Stroke
Lemak jenuh yang meningkatkan kadar LDL kemudian juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke. Oleh karena itu, sebaiknya hindari memasak atau mengolah santan hingga mendidih agar lemak baik tak berubah menjadi lemak jenuh.
Santan yang dimasak hingga mendidik idealnya hanya boleh dikonsumsi sekali dalam seminggu dengan tetap membatasi konsumsi makanan bersantan lainnya.
3. Nutrisi Berkurang
Terlalu sering memanaskan santan bsia membuat beberapa kandungan vitamin dan lemak baik bisa rusak. Hal ini lah yang kemudian membuat kandungan lemak jahat justru bisa meningkat drastis.
4. Perubahan Tekstur
Tidak hanya kandungan gizi yang berubah, memanaskan santan berulang kali juga membuat tekstur makanan berubah. Santan jadi 'pecah' sehingga makanan terasa lebih berminyak. Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak memanaskan santan hingga mendidih.
5. Rasa Kurang Enak
Pemanasan berulang kali terhadap makanan berbahan dasar santan bisa membuat cita rasa makanan berkurang. Hal ini karena makanan tak lagi segar sehingga santan terasa kurang nikmat untuk dikonsumsi.
(asw)
Loading ...

4 hours ago
2
















































