Makassartoday.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Makassar. Pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa praktik korupsi bukan sekadar merugikan keuangan negara, melainkan sebuah tindakan yang merampas hak masyarakat dan menciptakan kemiskinan terstruktur.
Hal tersebut disampaikan Appi saat membuka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Pelaksanaan Kegiatan pada Pemerintah Kota Makassar di Novotel Makassar Grand Shayla, Senin (29/6/2026).
”Harusnya masyarakat menerima haknya secara penuh, tetapi karena korupsi hanya tersisa sebagian kecil. Akibatnya, kesejahteraan yang seharusnya mereka rasakan ikut hilang. Inilah yang membangun kemiskinan secara terstruktur,” tegas Appi di hadapan peserta yang terdiri dari kepala sekolah UPT SPF SD Negeri, bendahara, hingga perwakilan komite sekolah.
Sentil Korupsi Waktu ASN dan Kebiasaan “Pinjam” Dana Sekolah
Dalam arahannya, Appi mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi tidak melulu soal kasus mega proyek. Praktik lancung ini justru kerap berakar dari kebiasaan kecil yang dianggap lumrah, salah satunya adalah korupsi waktu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
”Kalau akadnya bekerja mulai pukul 07.30 tetapi datang pukul 09.00, itu juga bentuk korupsi waktu. Kita menerima hak penuh, tetapi kewajiban tidak dijalankan secara penuh,” sindirnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti kebiasaan buruk yang rawan terjadi di lingkungan sekolah, yaitu menggunakan dana BOS untuk keperluan pribadi dengan dalih “meminjam sementara”.
Menurutnya, hal sekecil apa pun bisa menjadi temuan administrasi yang berujung pada hukum.
Appi meminta adanya perubahan mindset total dalam mengelola keuangan negara.
”Jangan pernah mengatakan ‘anggaran saya’. Itu bukan uang kita, tetapi uang negara yang dititipkan kepada kita untuk dikelola dan dipertanggungjawabkan,” cetusnya.
Sekolah Harus Jadi Garda Terdepan Antikorupsi
Selain pengetatan anggaran, Wali Kota Makassar mendorong dunia pendidikan untuk mengambil peran sebagai benteng moral. Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menyuntikkan nilai-nilai integritas kepada siswa sejak usia dini.
Ia berpesan agar para guru tidak hanya memberikan slogan atau teori di papan tulis, melainkan wajib menjadi contoh konkret bagi murid-muridnya.
”Anak-anak harus dibiasakan memahami sejak kecil bahwa korupsi bukan sesuatu yang biasa, tetapi perbuatan luar biasa yang tidak boleh terjadi. Keteladanan guru menjadi bagian penting dalam membangun karakter mereka,” lanjutnya.
Melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Inspektorat Kota Makassar ini, Appi berharap sosialisasi tidak berakhir sebagai seremonial belaka. Ia ingin momen ini menjadi early warning system (sistem peringatan dini) demi mewujudkan tata kelola Pemerintahan Kota Makassar yang bersih, transparan, dan akuntabel.


















































