Appi Instruksikan Perumda Bangun Gedung Parkir Digital Hingga Kawasan Bebas Jukir Liar

3 hours ago 2

Makassartoday.com, Makassar — Masalah klasik parkir liar, kemacetan, hingga praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum juru parkir (jukir) nakal masih menjadi keluhan utama warga Kota Makassar. Menanggapi keresahan tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, langsung mengambil langkah tegas.

Pria yang akrab disapa Appi ini menginstruksikan Perumda Parkir Makassar Raya untuk segera melakukan terobosan besar. Salah satunya dengan merombak sistem perparkiran konvensional menjadi lebih modern, terintegrasi, dan berbasis digital.

“Berbagai laporan yang masuk soal parkir liar banyak sekali. Kita mau ada solusi, sebisa mungkin ada lokasi yang dijadikan percontohan building penataan parkir,” tegas Munafri saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Direksi Perumda Parkir Makassar Raya di Kantor Balai Kota, Senin (15/6/2026).

Boulevard dan Pengayoman Jadi Pilot Project

Periklanan

Ad imageAd image

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan kawasan percontohan (pilot project) berupa pembangunan gedung parkir bertingkat (building parkir) yang didukung oleh sistem digitalisasi.

Dua kawasan pusat keramaian yang dinilai paling potensial untuk menerapkan program ini adalah:

  • Jalan Boulevard
  • Jalan Pengayoman

Menurut Munafri, penataan parkir tidak bisa lagi menggunakan pola lama. Kehadiran gedung parkir ini diharapkan menjadi tolak ukur baru yang nantinya bisa direplikasi di wilayah-wilayah lain di Makassar.

Incar Lahan Kosong di Metro Tanjung Bunga

Selain area Panakkukang, perhatian Wali Kota juga tertuju pada kemacetan parah di Jalan Metro Tanjung Bunga, khususnya di sekitar Trans Studio Mall (TSM) dan Phinisi Point (PIPO). Aktivitas jukir liar yang menggunakan bahu jalan di kawasan tersebut dinilai sangat mempersempit ruang gerak pengguna jalan.

Sebagai solusi cepat, Ketua IKA FH Unhas ini meminta Perumda Parkir segera mengkaji dan menjajaki lahan-lahan kosong di sekitar kawasan tersebut untuk disewa atau dikerjasamakan.

“Kita perlu mencari solusi yang realistis. Kalau ada lahan kosong yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sementara melalui kerja sama atau sewa, itu bisa menjadi langkah awal menghadirkan percontohan building parking,” jelasnya.

Sentil Jukir Nakal: “Jangan Tempat Gratisan Tetap Ditagih!”

Bukan hanya soal infrastruktur, orang nomor satu di Makassar ini juga memberikan teguran keras terhadap perilaku oknum jukir di lapangan. Ia meminta seluruh jukir di bawah binaan Perumda Parkir untuk bersikap lebih humanis dan persuasif.

Ia menyentil keras fenomena “jukir gaib” yang kerap muncul di area yang seharusnya bebas biaya parkir.

“Yang paling penting adalah bagaimana jukir-jukir ini bisa lebih humanis kepada masyarakat. Jangan sampai di tempat yang sudah jelas bertuliskan parkir gratis, masih ada orang yang muncul meminta uang parkir. Ini yang menjadi persoalan dan harus segera dibenahi,” cetus Appi.

Di akhir arahannya, Munafri menegaskan bahwa digitalisasi—seperti sistem pembayaran nontunai (cashless) dan pengawasan berbasis teknologi—adalah harga mati. Langkah ini dinilai ampuh untuk meningkatkan transparansi sekaligus menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya berharap Perumda Parkir menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan parkir di Kota Makassar,” pungkasnya.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |