Sambut Tahun Baru Islam, Ini Amalan Pembuka Muharram Agar Terlindungi Sepanjang Tahun

4 hours ago 1

Makassartoday.com, Jakarta – Berbeda dengan pergantian Tahun Baru Masehi yang kerap diwarnai dengan hiruk-pikuk perayaan dan hiburan, datangnya Tahun Baru Hijriyah dalam tradisi Islam memiliki makna yang jauh lebih mendalam. Momentum 1 Muharram ini justru menjadi waktu terbaik bagi umat muslim untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), memperbanyak doa, serta menata kembali langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Para ulama sejak zaman dahulu memberikan perhatian khusus terhadap pergantian tahun ini dengan menganjurkan berbagai amalan spiritual, salah satunya adalah membaca doa awal tahun.

Warisan Amalan Para Masyayikh Terdahulu

Tradisi menjaga amalan di awal tahun ini bukanlah hal baru. Dalam kitab Mir’at az-Zaman fi Tawarikh al-A’yan, Syekh Syamsuddin Abu al-Mudhaffar Yusuf Sibth Ibn al-Jauzi (wafat 654 H) menceritakan bahwa para guru-gurunya terdahulu tidak pernah meninggalkan doa ini sepanjang hidup mereka.

Periklanan

Ad imageAd image

“Para guru kami senantiasa membiasakan diri membaca doa ini pada awal dan akhir setiap tahun. Sepanjang hidupku, aku tidak pernah meninggalkannya.” (HR. Ibn al-Jauzi).

Rahasia Membaca Ayat Kursi 360 Kali Sebelum Berdoa

Untuk mengamalkannya, sebagian ulama menjelaskan sebuah tata cara khusus. Sebelum membaca doa awal tahun, umat muslim dianjurkan untuk terlebih dahulu membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali, dengan menyertakan bacaan basmalah pada setiap pengulangannya.

Syekh Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan (wafat 1304 H) dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur mengungkapkan alasan di balik jumlah tersebut. Amalan ini disebut sebagai benteng yang kokoh dari berbagai gangguan, khususnya dari setan yang terkutuk.

“Sebab, bacaan tersebut merupakan benteng yang kokoh dari gangguan setan terkutuk selama tahun itu. Di dalamnya juga terdapat berbagai manfaat yang tidak terhitung dan tidak terbatas. Dan sebaiknya bacaan itu dilakukan sebelum membaca doa,” tulisnya.

Bacaan Doa Awal Tahun Baru Islam

Setelah selesai merampungkan bacaan Ayat Kursi, umat muslim dapat melanjutkan dengan membaca doa meminta perubahan nasib dan keadaan yang lebih baik berikut ini:

Teks Arab: اللَّهُمَّ يَا اللهُ يَا مُحَوَّلَ الْأَحْوَالِ؛ حَوِّلْ حَالِي إِلَى أَحْسَنِ الْأَحْوَالِ، بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيزُ يَا مُتَعَالٍ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Teks Latin:Allāhumma yā Allāhu yā Muḥawwilal-Aḥwāl, ḥawwil ḥālī ilā aḥsanil-aḥwāl, biḥaulika wa quwwatika yā ‘Azīzu yā Muta’āl. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥambadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, wahai Allah, wahai Dzat yang mengubah segala keadaan, ubahlah keadaanku kepada keadaan yang paling baik dengan daya dan kekuatan-Mu, wahai Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Rasulullah Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau.”

Menatap Lembaran Baru Tanpa Kemaksiatan

Mengingat besarnya keberkahan dan keutamaan di bulan Muharram, sudah sepatutnya umat muslim tidak melewatkan momentum ini begitu saja tanpa makna—apalagi menodainya dengan tindakan kemaksiatan.

Melalui ikhtiar spiritual berupa dzikir dan doa di awal tahun ini, kita berharap agar Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah kita untuk terus mengisi lembaran hidup yang baru dengan berbagai kebaikan. Amin.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |