Jakarta -
Biaya haji 2026 resmi ditetapkan pemerintah lewat Keputusan Presiden atau Keppres Nomor 34 Tahun 2025.
Kabar baiknya, biaya tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, meski tetap bergantung pada embarkasi keberangkatan masing-masing jemaah.
Bagi pasangan suami istri (pasutri) yang berencana berangkat bersama, total biaya tentu tinggal dikalikan dua dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per orang.
Rincian Biaya Haji 2026 per Embarkasi
Dikutip dari detikcom, berikut daftar Bipih haji reguler 2026 per jemaah:
Aceh: Rp45.109.422
Medan: Rp46.163.512
Padang: Rp47.869.922
Yogyakarta: Rp52.955.422
Solo: Rp53.233.422
Batam: Rp54.125.422
Palembang: Rp54.206.922
Lombok: Rp54.951.822
Banjarmasin: Rp55.538.922
Balikpapan: Rp55.575.922
Makassar: Rp55.893.179
Jakarta (Pondok Gede, Bekasi, Cipondoh): Rp58.542.722
Kertajati: Rp58.559.022
Surabaya: Rp60.645.422 (tertinggi)
Perbedaan biaya ini dipengaruhi oleh jarak penerbangan dan biaya operasional dari masing-masing daerah menuju Arab Saudi.
Simulasi Biaya Haji 2026 untuk Pasutri
Jika dihitung untuk dua orang, berikut estimasi biaya:
Aceh: sekitar Rp90,2 juta
Yogyakarta: sekitar Rp105,9 juta
Jakarta: sekitar Rp117 juta
Surabaya: sekitar Rp121,2 juta
Artinya, pasangan yang berangkat dari embarkasi termurah hingga termahal perlu menyiapkan dana kisaran Rp90 juta hingga Rp120 jutaan.
Biaya yang dibayarkan jemaah (Bipih) hanya sekitar 62% dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Sisanya ditutup dari nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji oleh pemerintah.
Selain itu, setiap jemaah sebelumnya sudah menyetor setoran awal sekitar Rp25 juta, sehingga saat pelunasan hanya membayar sisa biaya.
Dengan rincian ini, calon jemaah terutama pasutri bisa mulai menyusun strategi keuangan sejak dini agar perjalanan ibadah ke Tanah Suci berjalan lancar tanpa beban.
(dis/and)
Loading ...

6 hours ago
6
















































