Beranda » Lifestyle » Health » Jangan Asal Beli Obat! Dokter RSUD Daya Ungkap Bahaya Obati Area Intim Sendiri
dr. Falencia Dwita Lestari, MARS, Sp.DVE
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Masalah kesehatan di area intim sering kali dianggap tabu dan diabaikan oleh masyarakat. Padahal, munculnya gejala seperti keputihan tak biasa, rasa terbakar saat buang air kecil, hingga luka lepuhan pada area genital bisa menjadi indikasi awal terkena Penyakit Menular Seksual (PMS).
Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika RSUD Daya Kota Makassar, dr. Falencia Dwita Lestari, MARS, Sp.DVE, menegaskan bahwa gejala-gejala tersebut tidak boleh dianggap sepele atau didiagnosis secara mandiri.
“Penyakit Menular Seksual ditularkan melalui aktivitas seksual, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Beberapa jenis PMS yang cukup sering ditemukan antara lain gonore, sifilis, kutil kelamin, trikomoniasis, klamidia, hingga HIV,” ujar dr. Falencia.
Bisa Tanpa Gejala dan Bukan Berarti ‘Jorok’
dr. Falencia menepis stigma negatif yang sering melekat pada penderita PMS. Menurutnya, mengalami PMS bukan berarti seseorang hidup tidak bersih. Siapa saja yang sudah aktif secara seksual memiliki risiko yang sama.
Selain itu, PMS sering kali berkembang tanpa menimbulkan gejala (asimptomatik). Kendati demikian, seseorang yang tampak sehat tetap berpotensi menularkan virus atau bakteri ke pasangannya.
“Bahkan ketika seseorang tidak memiliki gejala namun pasangannya bergejala, jangan takut untuk melakukan screening sebagai langkah pencegahan,” tambahnya.
Hindari Pengobatan Sendiri dan Segera Konsultasi
Salah satu penekanan penting yang disampaikan dr. Falencia adalah bahaya melakukan diagnosis mandiri serta penggunaan obat keras seperti antibiotik secara bebas tanpa resep dokter.
“Jangan asal diagnosis dan membeli antibiotik bebas tanpa konsultasi ke dokter ahli. Semakin lama menunda penanganan medis, perjalanan penyakit akan semakin parah dan membutuhkan pengobatan yang lebih kompleks (advance),” jelasnya.
Untuk menekan risiko penularan PMS, dr. Falencia membagikan beberapa langkah pencegahan mendasar:
- Menggunakan alat kontrasepsi/kondom saat berhubungan.
- Membatasi jumlah pasangan seksual dan menghindari seks bebas.
- Melakukan vaksinasi HPV untuk kelompok berisiko.
- Melakukan pemeriksaan rutin (screening) dan konsultasi medis.
Bagi masyarakat Kota Makassar yang mengalami keluhan atau ingin melakukan pemeriksaan kesehatan kulit dan kelamin, layanan konsultasi dan screening tersedia di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Daya Kota Makassar.

















































