Jangan Pakai Pemutih untuk Lantai Kamar Mandi, Ini Alasannya

3 hours ago 1

Jakarta -

Pemutih sering dianggap sebagai solusi cepat untuk membersihkan kamar mandi, terutama untuk menghilangkan noda membandel dan membuat lantai terlihat lebih bersih. Baunya yang kuat juga kerap diasosiasikan dengan kesan higienis.

Namun, penggunaan pemutih untuk lantai kamar mandi ternyata tidak selalu disarankan. Ada beberapa alasan yang perlu diperhatikan, mulai dari dampaknya pada permukaan lantai hingga risiko bagi kesehatan. Lantas, mengapa pemutih sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan lantai kamar mandi? Berikut penjelasannya.

Apakah Pemutih Aman untuk Lantai Kamar Mandi?

Dilansir dari Homes and Gardens, pemutih atau bleach tidak disarankan untuk digunakan pada lantai kamar mandi, terutama yang berbahan keramik. Kandungan kimianya tergolong keras dan bisa mengikis lapisan pelindung permukaan lantai jika digunakan secara terus-menerus.


Dalam jangka panjang, hal ini dapat membuat lantai tampak kusam, lebih mudah retak, bahkan mengalami kerusakan permanen. Beberapa jenis keramik juga bisa kehilangan daya tahannya sehingga tidak lagi nyaman digunakan. Efeknya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi perlahan bisa mengurangi kualitas lantai secara keseluruhan.

Selain itu, sisa pemutih yang tidak terbilas sempurna dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama jika kamar mandi digunakan oleh anak-anak atau memiliki anggota keluarga dengan kulit sensitif. Kontak langsung dengan residu bahan kimia bisa menimbulkan rasa perih hingga iritasi ringan.

Cara Membersihkan Lantai Kamar Mandi yang Lebih Aman

Sebagai alternatif, Insertizen bisa gunakan cairan pembersih khusus kamar mandi yang memang diformulasikan untuk permukaan lantai. Produk ini umumnya lebih aman digunakan selama mengikuti aturan pemakaian yang dianjurkan.

Proses pembersihannya bisa dimulai dengan menyikat lantai menggunakan sikat kamar mandi untuk mengangkat kotoran dan noda. Setelah itu, diamkan cairan pembersih selama 10 hingga 15 menit agar bekerja lebih efektif, lalu bilas dengan air bersih hingga tidak ada sisa yang tertinggal.

Untuk bagian nat, campuran baking soda dan air dengan perbandingan 2:1 bisa digunakan untuk membersihkan kotoran yang menempel. Jika ingin mengatasi warna nat yang mulai kusam, campuran baking soda dan cuka juga bisa membantu, tetapi perlu digunakan dengan hati-hati.

Perlu diingat, cuka tidak cocok untuk semua jenis lantai. Material seperti marmer, granit, atau batu alam bisa rusak jika terlalu sering terkena cairan asam. Karena itu, penting untuk menyesuaikan bahan pembersih dengan jenis lantai yang digunakan agar tidak menimbulkan kerusakan.

Aplikasikan campuran tersebut menggunakan sikat gigi berbulu halus agar lebih presisi saat membersihkan nat. Setelah digosok, bilas dengan air bersih dan biarkan kering. Untuk hasil lebih tahan lama, penggunaan sealer bisa membantu menjaga kebersihan nat.

Agar kamar mandi tetap bersih dan nyaman digunakan, pembersihan sebaiknya dilakukan secara rutin, idealnya setiap satu hingga dua minggu sekali. Jika digunakan oleh banyak orang, frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi seminggu sekali agar kebersihan tetap terjaga.

Pada akhirnya, menjaga kebersihan kamar mandi tidak selalu harus bergantung pada bahan yang keras. Dengan cara yang tepat, lantai tetap bisa bersih tanpa risiko merusak permukaan maupun membahayakan kesehatan. Semoga bermanfaat ya, Insertizen!

(dis/dis)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |