Jakarta -
Cuka sering dianggap sebagai bahan serbaguna untuk membersihkan rumah karena dinilai alami, murah, dan ampuh menghilangkan noda. Tak heran jika banyak orang mengandalkannya untuk membersihkan berbagai permukaan, mulai dari ruangan rumah seperti dapur, kamar mandi, hingga barang lain seperti pakaian hingga bekas lem yang membandel.
Namun, tidak semua benda aman dibersihkan dengan cuka. Kandungan asam di dalamnya justru bisa merusak material tertentu dan meninggalkan kerusakan permanen jika digunakan sembarangan. Supaya tidak salah langkah, berikut sejumlah benda yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan cuka.
1. Barang Elektronik
Cuka memang efektif membersihkan kaca, tetapi jangan sampai menggunakan cairan asam ini untuk menyentuh layar elektronik. Televisi, ponsel, tablet, hingga monitor komputer memiliki lapisan pelindung khusus yang rentan rusak jika terkena cuka.
Lapisan anti-silau pada layar bisa terkikis, sehingga membuat tampilan jadi buram dan tidak nyaman dilihat. Pada layar sentuh, penggunaan cuka bahkan berisiko menurunkan sensitivitas sentuhan seiring waktu.
Untuk membersihkan layar elektronik, cukup gunakan kain microfiber yang sedikit dibasahi air. Jika ada noda membandel, larutan sabun cuci piring yang sangat encer bisa jadi pilihan, asalkan diaplikasikan ke kain, bukan langsung ke layar.
2. Lantai dan Meja Batu Alam
Granit, marmer, dan batu kapur memang terlihat kokoh, tetapi sebenarnya cukup sensitif terhadap cairan asam. Cuka bisa bereaksi dengan permukaan batu alam dan meninggalkan bekas kusam atau noda etsa yang sulit dihilangkan.
Meski permukaan sudah dilapisi sealant, cuka tetap berpotensi merusak lapisan pelindungnya jika digunakan terlalu sering atau dibiarkan terlalu lama. Kilau alami batu bisa memudar dan membuat tampilannya tampak kusam.
Perawatan paling aman untuk batu alam cukup sederhana, yaitu lap dengan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring. Hindari juga pemutih atau bahan kimia keras agar permukaan tetap awet dan indah.
3. Peralatan Cast Iron
Peralatan masak berbahan besi cor atau cast iron sangat tidak bersahabat dengan cuka. Cairan asam yang terkandung dalam cuka dapat mengikis lapisan minyak pelindung yang berfungsi mencegah karat.
Jika lapisan ini rusak, permukaan besi cor bisa berlubang dan mudah berkarat. Kerusakan ini tidak hanya mempengaruhi tampilan, tetapi juga kualitas masakan dan daya tahan alat.
Untuk membersihkan cast iron, cukup gunakan air hangat dan sikat lembut. Setelah itu, keringkan dan oleskan sedikit minyak agar lapisan pelindung tetap terjaga.
4. Pisau dan Peralatan Dapur Stainless Steel
Membersihkan pisau dengan cuka memang terdengar praktis, tapi justru berisiko merusak. Sifat asam cuka bisa memicu korosi pada logam dan membuat bilah pisau lebih cepat tumpul.
Jika dibiarkan terlalu lama, cuka bahkan dapat meninggalkan lubang kecil pada permukaan stainless steel. Efeknya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi lama-kelamaan kualitas alat dapur bisa menurun.
Cara paling aman tetap dengan sabun dan air hangat, lalu dikeringkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan. Kebiasaan sederhana ini jauh lebih efektif menjaga ketajaman dan daya tahan peralatan dapur.
5. Gasket dan Selang Karet
Bagian karet pada mesin cuci, mesin pencuci piring, atau peralatan rumah tangga lain juga sebaiknya dijauhkan dari cuka. Cairan asam yang tidak diencerkan bisa membuat karet mengeras, retak, atau hancur.
Kerusakan pada gasket dan selang karet sering kali tidak disadari sampai akhirnya terjadi kebocoran. Hal ini tentu bisa menimbulkan masalah baru yang lebih merepotkan.
Sebelum membersihkan bagian dalam peralatan, disarankan untuk selalu cek buku manualnya. Jika ingin memakai cuka, pastikan sudah diencerkan sesuai petunjuk atau pilih pembersih yang memang diformulasikan khusus.
6. Lantai Kayu
Bila rumah Insertizen memiliki lantai kayu, tentu membutuhkan perawatan ekstra, termasuk dalam memilih cairan pembersih. Cuka, meskipun diencerkan, tetap bisa melarutkan lapisan pelindung kayu jika digunakan terlalu sering.
Akibatnya, lantai terlihat kusam, mudah tergores, dan kehilangan kilau alaminya. Dalam jangka panjang, permukaan kayu bisa lebih cepat rusak.
Gunakan pembersih khusus lantai kayu agar hasilnya maksimal dan aman. Jika tetap ingin mencoba cuka, lakukan uji coba di sudut kecil yang tidak mencolok dan pastikan cairan benar-benar encer.
Meski praktis dan mudah digunakan, cuka tetap perlu dipakai dengan bijak. Tidak semua permukaan cocok dibersihkan dengan bahan asam ini. Dengan memahami batas penggunaannya, diharapkan Insertizen bisa menjaga barang-barang di rumah tetap awet, bersih, dan terhindar dari kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah.
(dis/fik)

3 hours ago
2
















































