Nasihat MUI untuk Pandji Pragiwaksono Terkait Materi Mens Rea

1 hour ago 2

Jakarta -

Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya buka suara soal pertemuannya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Pandji mengaku menerima sejumlah nasihat dari petinggi MUI terkait polemik materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang belakangan menuai sorotan publik.

Pengakuan itu disampaikan Pandji usai mendatangi kantor MUI Pusat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/2).

Ia hadir bersama kuasa hukumnya, Haris Azhar, untuk berdialog langsung terkait persoalan yang berkembang.


Haris Azhar mengungkapkan bahwa pertemuan itu tidak hanya berisi diskusi terbuka, tetapi juga masukan dan nasihat yang ditujukan langsung kepada kliennya.

"Tambahan sedikit, dan dinasihatin juga tadi Pandji," kata Haris Azhar di kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (3/2).

Pandji pun membenarkan pernyataan tersebut. Ia mengakui adanya nasihat yang disampaikan kepadanya dalam pertemuan tersebut, meski enggan membeberkan detailnya ke publik.

"Betul, ada nasihat yang diberikan kepada saya. Betul," ujar Pandji.

Saat diminta menjelaskan lebih jauh soal isi nasihat tersebut, baik Pandji maupun Haris memilih tidak merinci.

Haris sempat mempersilakan Pandji untuk menjawab, namun komika itu hanya memberikan tanggapan singkat.

"Begitu, teman-teman," katanya.

Selain berdialog, Pandji mengungkapkan bahwa pertemuan dengan petinggi MUI juga diisi dengan kegiatan menonton bersama atau nobar pertunjukan Mens Rea.

Dari situ, diskusi pun berlanjut mengenai karya, konteks, serta dampak yang ditimbulkan di masyarakat.

"Intinya saya tadi berdialog dan kami sempat menonton pertunjukannya bareng-bareng. Terus habis itu ada diskusi. Dan saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi," ungkap Pandji.

Pandji menegaskan komitmennya untuk tetap berkarya di dunia stand-up comedy.

Namun, ia menyadari bahwa setiap karya yang lahir ke ruang publik juga harus mempertimbangkan perasaan dan perspektif banyak orang.

"Saya punya komitmen, karena saya ingin terus berkarya dan karyanya didesain untuk menghibur sebanyak-banyaknya orang, maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga. Jadi komitmen untuk perbaikan sudah saya pastikan tadi di atas," jelasnya.

Ia pun berharap proses dialog yang dilaluinya bersama MUI dapat menjadi pembelajaran bersama, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi komika lain di Indonesia.

"Mudah-mudahan ini membuat siapa pun komika di Indonesia semakin mantap berkarya, karena tahu bahwa karya ini harus dilakukan dengan perbaikan terus-menerus," pungkas Pandji.

Sebagai informasi, Pandji Pragiwaksono sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat terkait materi Mens Rea.

Salah satu laporan datang dari Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU), Rizki Abdul Rahman Wahid, yang menilai salah satu materi tersebut menyindir kebijakan pemberian konsesi tambang dari pemerintah kepada NU.

Berdasarkan data hingga akhir Januari 2026, Polda Metro Jaya tercatat telah menerima sekitar enam laporan terkait materi Mens Rea.

Enam laporan tersebut terdiri atas lima laporan polisi dan satu pengaduan masyarakat, dengan dugaan pelanggaran berupa fitnah di muka umum, penghasutan, serta penistaan agama.

(ikh/fik)

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |