Jennifer Lopez Kenang Peran di Maid in Manhattan, Salah Satu Titik Film Dalam Kariernya

18 hours ago 16

Jakarta -

Di tengah karier panjang yang penuh pencapaian, Jennifer Lopez justru kembali menoleh ke salah satu titik paling ikonik dalam hidupnya.

Lebih dari dua dekade setelah rilis, film Maid in Manhattan ternyata masih menyimpan tempat spesial di hatinya-bukan sekadar proyek, tapi perjalanan yang membentuk dirinya.

Lewat unggahan emosional, Lopez mengenang karakter Marisa Ventura-seorang ibu tunggal dari Bronx yang bekerja sebagai pelayan hotel, namun berani bermimpi melampaui batas hidupnya.

"Dua puluh sekian tahun kemudian dan saya masih memikirkan Marisa Ventura," tulisnya.


Dalam refleksinya, Jennifer Lopez menggambarkan karakter yang ia perankan bukan hanya sebagai tokoh fiksi, tapi simbol harapan.

"Seorang ibu tunggal yang berjalan di lobi marmer... tetapi membawa dirinya seolah-olah itu adalah miliknya," tulisnya.

Ia juga mengungkap bahwa film tersebut awalnya berjudul The Chambermaid, sebelum akhirnya berkembang menjadi cerita yang lebih kuat bersama sutradara Wayne Wang.

"Seorang gadis dari Bronx, memerankan seorang gadis dari Bronx, yang berani bermimpi lebih besar daripada kode pos tempat tinggalnya," lanjut Lopez.

Lebih dari sekadar nostalgia, Lopez menegaskan rasa syukurnya bisa menjadi bagian dari film tersebut dan bekerja dengan deretan aktor besar.

"Saya sangat beruntung bisa berbagi lokasi syuting dengan Natasha Richardson, Bob Hoskins, Ralph Fiennes, Stanley Tucci, Tyler Posey, dan Amy Sedaris," ungkapnya.

"Film yang luar biasa. Para pemainnya luar biasa. Momen yang luar biasa," sambungnya.

Kenangan itu kembali hidup saat Lopez bertemu lagi dengan lawan mainnya, Ralph Fiennes, dalam sebuah acara pada 2025.

Dalam momen tersebut, Fiennes bahkan memuji Lopez sebagai sosok dengan dedikasi dan semangat luar biasa.

"Untuk menjadi legenda dan pelopor, itu semua soal semangat," ujar Fiennes.

[Gambas:Instagram]

Mendengar hal itu, Lopez tak bisa menyembunyikan rasa harunya.

"Merupakan suatu kehormatan besar bisa bekerja sama dengan Anda bertahun-tahun yang lalu," balasnya.

Meski waktu terus berjalan, Maid in Manhattan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Jennifer Lopez.

Film ini bukan hanya tentang kisah cinta, tapi juga tentang keberanian untuk bermimpi lebih besar dari keadaan.

Dan setelah 23 tahun, satu hal yang tidak berubah: rasa syukur Lopez atas perjalanan yang telah membawanya sampai titik ini.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |