Jakarta -
Perdebatan soal waktu terbaik untuk mandi tidak pernah ada habisnya. Ada yang merasa lebih segar dan siap beraktivitas setelah mandi pagi, sementara ada juga yang justru memilih mandi malam untuk membersihkan diri setelah seharian beraktivitas.
Menariknya, pilihan waktu mandi ternyata bukan sekadar soal kebiasaan semata. Ada faktor kesehatan kulit, kualitas tidur, hingga kebersihan tubuh yang ikut berperan. Lalu, sebenarnya mana yang lebih baik, mandi pagi atau malam? Berikut penjelasannya.
Menurut Dr. Carmen Castilla, dokter kulit dari New York Dermatology Group, tidak ada jawaban mutlak soal waktu mandi yang paling benar. Semua kembali pada kebutuhan, gaya hidup, serta rutinitas perawatan tubuh yang dijalani masing-masing orang.
Data dari Sleep Foundation juga menunjukkan sekitar 41,8% orang dewasa di Amerika lebih memilih mandi di pagi hari. Alasannya pun cukup beragam, salah satunya karena mandi pagi dianggap mampu menyegarkan tubuh sejak awal hari.
Melansir Real Simple, mandi pagi dinyatakan membantu membersihkan sisa keringat dan sel kulit mati yang menumpuk selama tidur. Hasilnya, tubuh akan terasa lebih bersih dan siap menjalani aktivitas tanpa rasa lengket atau tidak nyaman.
Selain itu, mandi pagi terutama dengan air dingin bisa membantu meningkatkan kewaspadaan. Air dingin diketahui dapat merangsang produksi hormon kortisol yang membuat tubuh terasa lebih segar dan fokus. Rutinitas ini cocok bagi yang sering merasa lemas saat bangun tidur. Memilih untuk mandi pagi pun memberi kesempatan untuk menata rambut sejak awal hari. Rutinitas ini membantu menciptakan tampilan yang lebih rapi tanpa harus khawatir rambut berantakan akibat semalaman tidur.
Bagaimana dengan Mandi di Malam Hari?
Masih melansir Sleep Foundation, terdapat sekitar 38,4% orang dewasa lebih memilih mandi malam, dan 25,3% melakukannya tepat sebelum tidur. Pilihan ini juga punya alasan kuat, terutama dari sisi kebersihan dan relaksasi.
Mandi malam membantu membersihkan tubuh dari debu, keringat, polusi, hingga sisa produk yang menempel setelah beraktivitas seharian. Dengan tubuh yang bersih, tidur pun jadi terasa lebih nyaman.
Tak hanya itu, mandi di malam hari terutama dengan air hangat bisa membantu tubuh menjadi lebih rileks. Setelah keluar dari air hangat, suhu tubuh akan menurun secara alami dan akan memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya beristirahat. Hal ini bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.
Dari sisi perawatan kulit, mandi malam juga punya keuntungan tersendiri. Kulit cenderung memperbaiki dirinya saat malam hari. Mengaplikasikan pelembap setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap dapat membantu menjaga hidrasi dan mendukung proses regenerasi.
Mana yang lebih baik?
Secara medis, tidak ada perbedaan signifikan antara mandi pagi dan malam. Keduanya sama-sama bermanfaat, hanya saja fungsinya bisa berbeda tergantung kebutuhan.
Jika ingin merasa segar dan lebih siap memulai hari, mandi pagi bisa jadi pilihan. Namun, jika ingin tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak, mandi malam bisa lebih cocok.
Jika dibutuhkan, mandi dua kali sehari juga tidak masalah selama tetap menjaga kelembapan kulit agar tidak kering. Jadi, Insertizen lebih pilih mandi di pagi hari atau malam hari?
(KHS/fik)
Loading ...

10 hours ago
9
















































