Memahami Zaghrouta, Tradisi yang Dipertahankan Perempuan Arab Lintas Generasi

10 hours ago 5

Jakarta -

Sabrina Carpenter baru-baru ini menuai kritikan usai menyebut zaghrouta sebagai hal aneh ketika tampil di atas panggung. Dirinya mengaku bingung ketika ada salah satu penonton yang berteriak melantunkan zaghrouta di tengah-tengah kerumunan.

Namun, siapa sangka, pernyataan Sabrina tersebut justru membuat dirinya menuai hujatan hingga dianggap rasis terhadap budaya Arab yang berasal dari Timur Tengah itu. Tak butuh waktu lama, Sabrina, langsung menyampaikan permohonan maaf, dan mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal zaghrouta.

Kejadian tersebut membuat publik mulai mencari informasi penjelasan mengenai apa itu sebenarnya zaghrouta. Ternyata, zaghrouta, merupakan tradisi vokal bernada tinggi yang sudah erat dengan kebudayaan Arab selama berabad-abad.

Tradisi menghasilkan suara khas "lilililililili!" ini biasanya dilakukan oleh kaum perempuan saat perayaan momen sukacita seperti pernikahan, kelahiran, kelulusan, hingga kepulangan dari ibadah haji.


Suara panjang, bergetar, dan panjang itu memiliki makna tentang cinta hingga kebersamaan, yang biasa menggambarkan sebuah kegembiraan. Perlu teknik khusus menggunakan lidah dan pita suara untuk melakukan zaghrouta, sehingga bisa mengeluarkan suara tinggi yang mampu terdengar hingga jarak jauh.

Tak hanya itu, zaghrouta rupanya bukan hanya perkara menghasilkan suara tinggi. Tradisi ini ternyata juga menyoroti sosok yang melantunkan suara tinggi tersebut. Zaghrouta biasanya dilakukan oleh ibu, nenek, bibi, dan perempuan dewasa lainnya sebagai bentuk dukungan emosional yang kuat.

Zaghrouta juga menjadi simbol transisi antar generasi yang memberikan ikatan kuat bagi keluarga dan masyarakat, serta menjaga warisan budaya dari gempuran modernisasi. Tak heran, banyak perempuan Arab yang memang sudah diajarkan zaghrouta sejak usia dini.

Walau erat dengan budaya Arab, zaghrouta rupanya juga banyak ditemukan di belahan Afrika Utara hingga Timur Tengah. Tradisi ini disebut zalghouta di Mesir, dan memiliki penyebutan lain di Maroko serta Suriah. Meski begitu, semuanya memiliki kesamaan makna yakni merayakan kegembiraan bersama orang-orang tercinta.

Bagi perantau Arab, tradisi ini menjadi identitas yang kuat hingga memberikan ikatan lahir dan batin terhadap kampung halaman. Hal itu membuat banyak orang yang tetap mempertahankan tradisi ini saat acara kumpul keluarga di tanah rantau.

Meski begitu, tak semua orang memahami secara mendalam terkait zaghrouta yang identik dengan teriakan suara melengking. Bahkan, tak sedikit orang yang malah menganggap zaghrouta sebagai suara bising dan mengganggu, hingga mengaitkan dengan kondisi mental tertentu

Padahal, penelitian menurut Johns Hopkins University menegaskan bahwa zaghrouta sama sekali tidak terkait dengan kondisi medis tertentu. Jurnal International Journal of Health Life Sciences juga menyebutkan bahwa zaghrouta tak masuk dalam gangguan neurologis, dan murni sebagai ekspresi kebudayaan yang sehat.

Bila dirujuk ke kesenian, maka zaghrouta juga menjadi bagian dari pertunjukan di beberapa festival kebudayaan Arab. Zaghrouta biasanya menjadi pembuka tarian dabke atau zaffeh, yang dilantunkan untuk menambah semangat dan energi dalam pertunjukan.

Kini, zaghrouta mulai banyak dilantunkan oleh perempuan Arab di tempat keramaian seperti arena konser, yang akhirnya menarik perhatian penyanyi sekaliber Sabrina Carpenter. Pemahaman mengenai apa itu zaghrouta mungkin akan membuat banyak pihak jadi tak gagal paham soal teriakan melengking dari para perempuan Arab. Pasalnya, teriakan itu murni sebagai ekspresi merayakan kegembiraan bersama orang-orang tercinta, "lilililililili!".

(ikh/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |