Jakarta -
Ustaz Solmed dan sang istri, April Jasmine harus menjalani ibadah pusaa tahun ini tanpa kedua putra kembarnya, Aqil dan Mahier. Pada Ramadan tahun ini, Aqil dan Mahier menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Tentu saja, kebanyakan anak akan menangis saat harus berjauhan dengan orang tua mereka. Namun, berbeda dengan kedua putra Ustaz Solmed, yang tak menangis usai diantarkan ke pondok pesantren.
Ternyata, sebelum melepas buah hatinya ke pondok pesantren, ada pola asuh khusus yang diterapkan Ustaz Solmed. Bagi Ustaz Solmed, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangatlah penting.
"Penting banget walaupun anak itu di bawah kendali kita, tidak serta-merta kemudian kita tidak mengajak dia bicara," ujar Ustaz Solmed saat diwawancarai di TransTV, Kamis (19/2).
Ia mengaku terinspirasi dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mengedepankan dialog. Maka dari itu, Ustaz Solmed dan April mengajak anak-anak mereka berdiskusi tentang manfaat hingga risiko jauh dari orang tua.
Berkat diskusi tersebut, Ustaz Solmed dan sang istri sudah memberikan pengertian dan menerima pemikiran anak-anaknya. Sehingga, kedua putra kembar Ustaz Solmed tak menangis saat hendak ditinggal pulang.
"Kita ajak ngobrol. Sampai pada akhirnya, Masyaallah, itu anak begitu dibawa ke pondok, nggak ada nangisnya. Benar-benar nggak netes air mata," sambungnya.
Ustaz Solmed juga mengaku terenyuh mendengar ucapan terakhir putranya saat hendak ditinggal.
"Kalimat terakhir kita mau pulang, dia cuma bilang, 'Berapa tahun lagi Ayah, Mami akan jemput kita?' Sekuat itu setelah semua diajak bicara baik-baik," ungkapnya.
Walaupun sejak dini telah menanamkan ilmu agama hingga dimasukkan ke pesantren, tapi Ustaz Solmed mengaku tidak memaksa anak-anaknya untuk menjadi seorang ustaz saat dewasa.
"Pada prinsipnya bebas. Nanti biar Allah yang mengarahkan ke mana dia melangkah dengan cita-citanya," pungkasnya.
(kpr/fik)
Loading ...

2 hours ago
6
















































