Jakarta -
Persidangan kasus dugaan peredaran narkoba dalam Rutan Salemba kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/2).
Pada agenda sidang hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dari pihak lembaga pemasyarakatan Salemba.
Saksi kemudian menampilkan foto Ammar Zoni tengah memegang sebuah tas kecil atau clutch bag yang disebut berkaitan dengan kasus ini.
Namun, Ammar Zoni menegaskan bahwa tas kecil itu bukan miliknya. Ammar mengaku dipaksa memegang tas tersebut usai menjalani interogasi.
"Terus masalah yang clutch itu tadi, clutch bag tadi itu memang lucu sekali gitu, lo. Keadaannya di saat kita sehabis diinterogasi, sehabis penganiayaan oleh oknum kepolisian polsek gitu kan, setelah itu kami difoto gitu lho," kata Ammar Zoni ke awak media seusai sidang, Kamis (19/2).
Ammar mengaku hanya diminta untuk memegang tas tersebut tanpa mengetahui apa isinya dan siapa pemiliknya. Ammar juga tidak tahu alasan dirinya dan empat lainnya dipotret dan dijadikan materi saksi.
"Dan saya nggak tahu apa-apa dan bisa dilihat sendiri juga di foto itu kan bagaimana muka-muka kita semua gitu. Dan lalu foto itu juga sebenarnya jadi lucu, kenapa cuma berlima gitu lo?," ujar Ammar.
"Harusnya kalau memang fotonya ramai-ramai dan itu memang punya saya, barang saya atau apapun, ya harusnya saya pegang betul-betul," lanjutnya.
Ammar juga mengatakan, setelah difoto berlima sambil memegang tas yang entah siapa pemiliknya, ia langsung ditempatkan di sel isolasi atau sel tikus tanpa membawa barang apa pun.
"Karena kan setelah itu kami semua diselti (di sel tikus), kami semua ditaruh masukin isolasi dan kami tidak membawa apa-apa. Nggak boleh bawa tas, nggak boleh bawa apa-apa," tambahnya.
Sidang perkara ini akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan.
(KHS/fik)
Loading ...

2 hours ago
6
















































