Jakarta -
Di tengah momen bahagia pernikahan Teuku Rassya, muncul cerita lain yang justru menyentuh sisi emosional keluarga.
Sorotan publik terhadap kehadiran Tamara Bleszynski yang hanya sebagai tamu undangan memicu berbagai reaksi--termasuk rasa sedih dari ibu sambung Rassya, Nourah Sheivirah.
Lewat Instagram Story pada Senin (13/4), Nourah merespons langsung komentar netizen yang mempertanyakan perasaannya sebagai sesama ibu melihat Tamara tidak berada di posisi utama dalam pernikahan putranya.
Alih-alih defensif, Nourah justru menunjukkan empati yang dalam. Ia mengaku, sebagai seorang ibu, dirinya juga menginginkan kehadiran Tamara mendampingi Rassya di hari paling penting dalam hidupnya.
"Sebagai seorang ibu, tentunya aku pun mengharapkan kehadiran ibu kandung Rassya untuk hadir mendampingi Rassya di momen penting dalam hidupnya," kata Nourah.
Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan bahwa Tamara hanya ditempatkan sebagai tamu biasa. Nourah menegaskan, sejak awal seluruh rangkaian acara justru memprioritaskan ibu kandung Rassya.
"Bukan hadir hanya sebagai tamu. Semua rundown acara pernikahan, ibu kandung yang selalu diutamakan sama seperti acara lamaran Rassya kemarin," ungkapnya.
Ia juga mengungkap bahwa segala persiapan sudah dilakukan dengan matang oleh Rassya dan sang istri. Bahkan, seragam khusus untuk Tamara telah disiapkan jauh hari sebelum acara berlangsung.
"Semua sudah dipersiapkan sendiri oleh Rassya dan Antha dari mulai seragam hingga posisi yang paling diutamakan," lanjut Nourah.
Untuk memperkuat penjelasannya, Nourah sempat membagikan bukti berupa seragam yang telah dibuat khusus untuk dua ibu-ibu kandung mempelai wanita dan ibu kandung Rassya.
Ia menyebut pakaian tersebut dibuat langsung dengan bahan berbeda sebagai bentuk penghormatan.
"Seragam ibu kandung Antha dan ibu kandung Rassya. Ibu tiri bikin sendiri dan bahan yang berbeda," tutupnya.
Sementara itu, sebelumnya Teuku Rassya juga sudah memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak pernah berniat menjadikan sang ibu hanya sebagai tamu.
Ia bahkan menunjukkan rundown acara yang menempatkan Tamara di posisi utama saat prosesi akad.
Namun, situasi berubah akibat miskomunikasi dengan pihak wedding organizer terkait seragam, yang kemudian membuat Tamara memilih tidak hadir di akad dan hanya datang di resepsi.
Di balik semua klarifikasi ini, satu hal yang terasa jelas: ini bukan sekadar polemik publik, melainkan dinamika keluarga yang penuh emosi, yang sayangnya ikut terseret ke ruang publik dan menjadi konsumsi banyak orang.
(ikh/and)
Loading ...

14 hours ago
13
















































