Jakarta -
Rahasia umur panjang yang selama ini menjadi misteri perlahan mulai terungkap.
Para ilmuwan menemukan bahwa kunci hidup hingga usia 100 tahun atau lebih ternyata bisa dilihat dari profil darah, khususnya pada kelompok centenarian atau orang yang berusia di atas satu abad.
Dari data sejumlah penelitian menunjukkan bahwa darah orang-orang berumur panjang menyimpan petunjuk penting terkait bagaimana tubuh mereka mampu bertahan dari penyakit dan proses penuaan.
Para peneliti menemukan bahwa centenarian memiliki biomarker tertentu yang berbeda dari orang pada umumnya.
Biomarker ini diyakini berperan dalam melindungi tubuh dari penyakit kronis dan memperlambat penuaan.
Menariknya, tanda-tanda tersebut sudah bisa terdeteksi sejak usia sekitar 65-an.
"Gambaran yang muncul dari penelitian kami, meskipun hanya berasal dari satu individu luar biasa ini, menunjukkan bahwa usia yang sangat lanjut dan kesehatan yang buruk tidak terkait secara intrinsik," tulis tim peneliti yang dipimpin Eloy Santos-Pujol dan Aleix Noguera-Castells.
Awal 2026 ini, peneliti di Spanyol telah melakukan analisis fisiologis serta genetik mendalam pada seorang relawan, Maria Branyas. Hasil analisis darahnya menunjukkan kondisi tubuh yang 'lebih muda' dari usia sebenarnya.
Ia diketahui memiliki sistem imun yang sehat, kadar kolesterol jahat yang sangat rendah, serta fungsi sel yang tetap optimal.
Bahkan, meski memiliki telomer yang pendek-yang biasanya identik dengan penuaan-kondisi ini justru diduga membantu mencegah kanker.
"Usia yang sangat lanjut dan kondisi kesehatan yang buruk tidak selalu saling berkaitan," kata tim peneliti.
Sementara itu, temuan lain datang dari penelitian di China yang melibatkan puluhan centenarian.
Studi tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam profil metabolik darah mereka dibandingkan kelompok usia lebih muda.
"Profil metabolik plasma pada centenarian dan nonagenarian berbeda secara signifikan dibandingkan dua populasi yang lebih muda," kata tim peneliti lagi.
Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa umur panjang tidak bisa ditentukan hanya dari tes darah.
Faktor lain seperti genetika, gaya hidup, dan lingkungan tetap memegang peranan penting.
Para peneliti menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada metode pasti untuk memprediksi usia seseorang hanya berdasarkan biomarker darah.
(dis)
Loading ...

4 hours ago
3
















































