Miftah Maulana: Indonesia Harus Terlibat Langsung Demi Perdamaian Gaza

2 hours ago 9

Jakarta -

Miftah Maulana Habiburohman menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) sebagai langkah yang tepat dan berani. Menurutnya, situasi di Gaza tidak cukup disikapi hanya dengan pernyataan dukungan, tetapi perlu tindakan nyata.

"Indonesia selama ini konsisten membela Palestina. Tapi kondisi Gaza sekarang membutuhkan aksi nyata, bukan hanya pernyataan diplomatik," ujar Miftah Maulana.

Ia menjelaskan, dengan bergabung dalam Board of Peace yang didukung oleh Amerika Serikat, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengamat. Indonesia kini ikut terlibat langsung dalam proses perdamaian dan stabilisasi di Gaza.

"Kalau kita ingin membela Palestina, kita harus ada di dalam ruang perundingan, bukan hanya berdiri di luar," tegasnya.


Menurut Miftah, langkah ini tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang "Bebas Aktif". Indonesia tidak memihak blok tertentu, tetapi berpihak pada perdamaian dan kemanusiaan.

Terkait rencana pengiriman 5.000 hingga 8.000 personel TNI, Miftah menilai hal tersebut bukan keputusan yang terburu-buru. Ia menyebut prajurit yang akan dikirim merupakan pasukan berpengalaman, termasuk yang pernah bertugas dalam misi perdamaian dunia seperti United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

"Mereka bukan pasukan tempur biasa. Mereka punya pengalaman dalam misi perdamaian internasional," jelasnya.

Menurutnya, kehadiran TNI di Gaza melalui International Stabilization Force (ISF) bertujuan untuk menjaga stabilitas, membantu pemulihan infrastruktur, serta menjalankan misi kemanusiaan.

Menjawab kekhawatiran soal kemungkinan normalisasi dengan Israel, Miftah menegaskan bahwa fokus Indonesia tetap pada kemerdekaan Palestina.

"Ini murni misi kemanusiaan dan bentuk komitmen terhadap kemerdekaan Palestina, bukan normalisasi politik," ujarnya.

Ia menilai langkah Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang berani dan realistis di tengah dinamika geopolitik dunia.

"Dalam situasi global yang berubah cepat, kita tidak bisa hanya diam. Kita harus berani mengambil peran jika ingin benar-benar membantu rakyat Palestina," kata Miftah Maulana.

Menurutnya, keputusan ini adalah kombinasi antara diplomasi dan aksi nyata di lapangan. Dengan tetap memegang prinsip dan mengirim pasukan berpengalaman, Indonesia dinilai mampu menjaga martabat Palestina sekaligus memperkuat posisinya di dunia internasional. Wallahu'alam bishawab.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |