Jakarta -
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak bangsa. Camp Broadway Indonesia (CBI) siap kembali tampil di panggung internasional dalam ajang bergengsi The New York Pops 43rd Anniversary Gala yang akan digelar di Carnegie Hall, New York, pada 27 April 2026.
Program yang didirikan oleh Triwatty Marciano bersama Adit Marciano ini menjadi satu-satunya program resmi berlisensi dari Broadway Education Alliance di Asia Tenggara.
Acara ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-43 The New York Pops, orkestra pop independen terbesar di Amerika Serikat yang dipimpin oleh Steven Reineke.
Tahun ini, gala tersebut juga menjadi momen spesial untuk memberikan penghormatan kepada Stephen Schwartz, sosok legendaris di dunia teater musikal. Ia dikenal lewat karya-karya besar seperti Wicked, Godspell, dan Pippin.
Acara ini juga akan dimeriahkan oleh sejumlah bintang ternama, seperti Ben Platt, Lindsay Mendez, Shoshana Bean, Auliʻi Cravalho, hingga Judy Kuhn.
Kehadiran mereka akan membuat malam tersebut semakin meriah dengan penampilan musikal yang spektakuler.
Dari puluhan peserta yang mengikuti audisi, CBI berhasil memilih enam anak berbakat yang akan tampil di panggung dunia, yaitu Alyra Karissia Riza, Alysa Hana Mayko, Anastasia Christina Karunia, Gianna Anabelle Soetikno, Jenna Kalila Marciano, dan Natasha Marianne Subari.
Mereka akan bergabung dengan sekitar 60 peserta dari berbagai negara berusia 12-17 tahun, menjadikan Indonesia sebagai salah satu wakil penting dari Asia Tenggara.
Sebelum berangkat ke New York, para peserta telah menjalani berbagai pelatihan intensif mulai dari akting, vokal, hingga tari. Program ini juga mendapat arahan langsung dari Susan E. Lee dan Theo Lencicki.
Selain itu, tim kreatif CBI seperti Adit Marciano, Robertus Darren, Moe, dan Felicia Chitra turut membimbing para peserta selama proses latihan.
Salah satu momen spesial adalah saat penyanyi Lea Simanjuntak hadir sebagai mentor tamu.
"Bertemu dengan anak-anak berbakat ini, mereka tidak sulit untuk diajar. Saat saya masuk ke ruangan, mereka sudah sangat terbuka. Itu pengalaman yang sangat menyenangkan. Pesan saya untuk mereka adalah saya ingin mereka memahami bahwa apakah penonton merespons dengan baik atau tidak saat mereka tampil di atas panggung, itu bukan tanggung jawab mereka jika penonton tidak merasa terhibur atau apa pun. Momen favorit saya adalah saat mereka bernyanyi bersama. Suara mereka terdengar sangat indah, cara suara mereka menyatu satu sama lain. Saya merasa tidak ada yang berusaha menonjolkan diri lebih dari yang lain. Dan itu bukan hal yang mudah dilakukan dalam sebuah grup, jadi saya sangat bangga pada mereka," ungkap Lea.
Tahun ini, CBI juga bekerja sama dengan RAFA Dance untuk memperkaya koreografi dengan sentuhan tari tradisional Indonesia. Hal ini menjadi cara untuk memperkenalkan budaya Tanah Air di panggung internasional.
Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level global. CBI pun berkomitmen untuk terus menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja yang ingin berkembang di dunia seni pertunjukan.
CBI akan kembali mengadakan audisi untuk program tahun berikutnya, sekaligus menghadirkan program Mainstage Jakarta 2026 pada 29 Juni hingga 4 Juli, dengan menghadirkan pengajar Broadway seperti Kristine Bendul dan Robby Stamper.
(yoa/yoa)
Loading ...

17 hours ago
12
















































