Ini Asal-usul Telur Paskah, Punya Makna yang Mendalam

9 hours ago 5

Ini Asal-usul Telur Paskah, Punya Makna yang Mendalam

Paskah atau Easter menjadi salah satu perayaan suci umat Kristen di seluruh dunia. Paskah menjadi perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, tiga hari setelah penyaliban-Nya di kayu salib.

Tak hanya identik dengan ibadah dan tradisi keagamaan, Paskah juga identik dengan banyak simbol. Salah satu simbol populer yang berkaitan dengan Paskah adalah telur. Telur Paskah menjadi bagian tidak terpisahkan dari perayaan ini di seluruh dunia.

Telur Paskah pada umumnya merupakan telur yang sudah dibersihkan dari isinya, kulit telur kemudian dihias dengan motif cantik yang beragam. Hal ini membuat telur Paskah menjadi bagian tradisi yang populer.

Namun dari mana asal-usul telur Paskah dan apa makna tradisi ini selama perayaan kebangkitan Yesus Kristus? Berikut merupakan ulasannya.


Asal-usul Telur Paskah

Jika ditelusuri lewat catatan sejarah, tradisi telur Paskah ternyata berakar dari tradisi Eropa di masa Abad Pertengahan. Profesor Sejarah dari University of Nebraska, Carole Levin mengungkapkan bahwa tradisi telur Paskah diduga kuat punya kaitan dengan festival Anglo-Saxon yang bersifat pagan.

Festival Anglo-Saxon mengikuti kepercayaan pagan dan digelar untuk menghormati Dewi Easter serta menyambut kedatangan musim semi. Perayaan ini juga dipandang sebagai tanda kebangkitan alam setelah musim dingin berlalu.

Melihat pentingnya nilai festival ini, sejumlah misionaris Kristen berharap perayaan hari-hari suci Kristen bersamaan dengan festival pagan bisa mendorong pertobatan, terutama jika beberapa simbol festival itu juga ikut terbawa.

Terungkap bahwa telur menjadi bagian penting dari perayaan Eastre, yakni sebagai makanan yang dikonsumsi saat festival itu berlangsung. Tak hanya itu, telur juga dikubur di dalam tanah karena dipercaya bisa mendorong kesuburan.

Selain diduga berasal dari festival pagan, penelitian juga menemukan bahwa penggunaan telur dalam tradisi paskah sudah dikenal sejak abad ke-13. Hal ini berasal dari kewajiban untuk berpuasa sebelum Paskah.

Pada masa itu, telur menjadi salah satu makanan yang dilarang untuk dikonsumsi selama masa pra-Paskah. Umat Kristen berpuasa dengan cara tidak mengonsumsi daging maupun produk hewani seperti susu, keju, krim, dan telur.

Maka untuk menandai berakhirnya masa puasa dan pertobatan, masyarakat kala itu mulai menghias telur. Telur-telur ini kemudian disantap pada Hari Paskah sebagai bentuk sukacita dan perayaan.

Tradisi menghias telur juga berkembang di gereja-gereja Ortodoks Timur dan Barat sejak Abad Pertengahan. Telur ayam yang tidak bisa dikonsumsi selama masa pra-Paskah kemudian dihias dan hingga kini.

Makna Telur Paskah

Tidak hanya jadi hiasan biasa selama perayaan Paskah, telur Paskah ternyata juga punya makna yang mendalam. Telur Paskah menjadi lambang kebangkitan Yesus usai disalib.

Oleh karena itu, dalam tradisi Ortodoks telur Paskah kerap dicat merah untuk melambangkan darah yang ditumpahkan Yesus di kayu salib. Sementara kulit telur yang keras melambangkan makam Kristus yang disegel. Memecahkan telur Paskah melambangkan kebangkitan Yesus dari kematian usai berkorban untuk umat.

Meski punya bentuk cantik dan warna yang menarik, telur Paskah ternyata memiliki makna mendalam sebagai bagian dari perayaan suci umat Kristen.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |