Negara-negara yang Terapkan WFH Bagi Pekerja Demi Hemat Energi

7 hours ago 6

Jakarta -

Negara-negara yang Terapkan WFH Bagi Pekerja Demi Hemat Energi

Konflik yang terjadi di Timur Tengah telah memicu berbagai dampak yang sangat signifikan bagi negara lain di belahan dunia. Situasi ini kemudian menjadi perhatian serius seiring melonjaknya harga energi global hingga ancaman kelangkaan BBM. Kondisi tersebut tentunya akan sangat berdampak pada rutinitas harian masyarakat, termasuk dalam bekerja.

Sebagai upaya penghematan, pemerintah dari berbagai negara banyak yang memberlakukan sistem WFH (Work From Home). Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi mobilitas harian ke tempat kerja sehingga konsumsi energi juga akan menurun. Menyusul kebijakan tersebut, pemerintah Indonesia pun mulai mengambil langkah adaptif dengan menerapkan skema serupa. Di sisi lain, sejumlah negara lain ternyata sudah memberlakukan WFH untuk menghemat energi. Berikut ini negaranya.

1. Pakistan

Shahbaz Sharif selaku Perdana Menteri Pakistan memerintahkan 50 persen pekerjanya untuk bekerja dari rumah atau WFH dan memperpanjang masa liburan sekolah sejak awal Maret. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah untuk menghemat bahan bakar akibat lonjakan harga minyak yang begitu tinggi imbas perang AS-Israel dengan Iran.

Kenaikan harga minyak dunia juga menimbulkan efek domino pada harga BBM di Pakistan. Tercatat, harga bensin dan solar di negara tersebut mengalami kenaikan sebesar 55 rupee atau setara dengan Rp3.316 per liter. Jumlah itu disebut-sebut menjadi kenaikan terbesar dalam sejarah negara tersebut.


2. Thailand

Sejak 3 Maret lalu, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul merilis edaran untuk bekerja dari rumah bagi para pegawai negeri, kecuali mereka yang bekerja di bidang pelayanan. Perjalanan dinas luar negeri juga dihentikan untuk sementara waktu.

Selain kebijakan WFH, pemerintah Thailand juga mengeluarkan serangkaian himbauan praktis untuk menekan konsumsi energi. Langkah-langkah tersebut meliputi pengaturan suhu pendingin ruangan di kisaran 26-27 derajat Celcius, penggunaan kemeja lengan pendek sebagai pengganti seragam formal, mematikan lampu dan perangkat listrik saat tidak digunakan, hingga mengurangi penggunaan lift dan beralih ke tangga.

3. Vietnam

Vietnam menyusul negara lainnya dalam upaya penghematan bahan bakar. Pemerintah Vietnam melalui Kementerian Perdagangan menghimbau para pelaku usaha agar memberlakukan sistem WFH kepada karyawannya untuk mengurangi mobilitas dan menghemat BBM.

Vietnam sendiri termasuk negara yang sangat terdampak oleh blokade Selat Hormuz oleh Iran dalam konflik dengan AS. Pasalnya, negara tersebut memiliki ketergantungan yang tinggi pada impor energi dari Timur Tengah.

4. Sri Lanka

Pemerintah Sri Lanka juga memberlakukan Work From Home dan pemangkasan jam kerja untuk menekan penggunaan energi.

Komisaris Jenderal Layanan Esensial Sri Lanka, Prabath Chandrakeerthi, menegaskan bahwa lembaga-lembaga negara hanya akan beroperasi selama empat hari dalam seminggu, dengan hari Rabu sebagai hari libur. Kebijakan ini mulai berlaku sejak tanggal 18 Maret lalu.

Kebijakan tersebut juga berlaku untuk sekolah dan universitas sebagai upaya penghematan energi.

5. Mesir

Kebijakan Work From Home (WFH) juga resmi diberlakukan di Mesir mulai April 2026. Melalui regulasi tersebut, para pekerja diperintahkan untuk bekerja dari rumah selama satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari upaya efisiensi energi. Peraturan ini dikecualikan bagi pekerja di sektor krusial, seperti rumah sakit, sekolah, dan pabrik.

Sebagai bagian dari langkah penghematan, toko-toko, restoran, dan kafe di Mesir juga diminta untuk tutup lebih awal sebelum pukul 21.00 waktu setempat sejak 28 Maret.


(Astrid Riyani Atmaja/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |