Jangan Kebanyakan, Studi Ungkap Jumlah Kopi Ideal untuk Bantu Redakan Stres

7 hours ago 5

Jakarta -

Kabar baik untuk kamu yang sulit lepas dari secangkir kopi setiap hari. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tertentu ternyata bisa membantu menjaga kesehatan mental, bahkan berpotensi mengurangi stres.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Affective Disorders menemukan bahwa minum sekitar dua hingga tiga cangkir kopi per hari memberikan manfaat bagi kesehatan mental, terutama pada pria. Namun, hasilnya berbeda jika dikonsumsi berlebihan.

Mengutip laporan dari Euronews, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 460.000 orang berusia 40 hingga 69 tahun. Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu panjang, dengan pemantauan rata-rata selama 13,4 tahun.

Para peserta diminta menjawab pertanyaan terkait kebiasaan minum kopi mereka, mulai dari jumlah hingga jenis kopi yang dikonsumsi, seperti kopi instan, kopi bubuk, hingga kopi tanpa kafein.


Hasilnya menunjukkan pola yang cukup menarik, yaitu berbentuk 'J'. Artinya, orang yang minum kopi dalam jumlah sedang mendapatkan manfaat paling optimal. Sementara mereka yang minum terlalu sedikit atau justru terlalu banyak, tidak merasakan efek positif yang sama.

Bahkan, konsumsi kopi yang berlebihan-sekitar lima cangkir atau lebih per hari-justru dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental.

Para peneliti juga mencatat bahwa hubungan antara konsumsi kopi dan suasana hati terlihat lebih kuat pada pria dibandingkan wanita.

"Saat ini, ada peningkatan minat pada peran diet dan nutrisi dalam mencegah dan mengatasi gangguan mental," tulis para penulis dalam laporan tersebut.

Secara ilmiah, kopi memang mengandung lebih dari seribu senyawa aktif, termasuk kafein, polifenol, melanoidin, dan diterpen. Kandungan ini diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang baik untuk tubuh.

Kafein, misalnya, memiliki efek perlindungan pada sistem saraf melalui dua mekanisme utama, yaitu aktivasi A1R yang berkaitan dengan efek antidepresan, serta penghambatan A2AR yang membantu melawan gangguan saraf akibat stres.

Selain itu, sifat anti-inflamasi dalam kopi juga sebelumnya telah dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat.

Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan bahwa konsumsi kopi harus tetap dalam batas wajar. Terlalu banyak kafein justru bisa memicu efek sebaliknya, seperti gelisah, sulit tidur, hingga meningkatkan kecemasan.

Menurut data dari World Health Organization, lebih dari satu miliar orang di dunia saat ini hidup dengan gangguan kesehatan mental. Kondisi seperti kecemasan dan depresi bahkan menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup secara global.

Karena itu, menjaga pola konsumsi, termasuk kebiasaan minum kopi, bisa menjadi salah satu langkah kecil namun penting untuk mendukung kesehatan mental dalam jangka panjang.

(yoa/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |