Jakarta -
Menonton beberapa episode serial sekaligus atau yang dikenal dengan istilah binge-watching sering dianggap sebagai kebiasaan yang kurang sehat. Begitu juga dengan membaca buku berjam-jam tanpa jeda yang kerap dinilai tidak produktif.
Namun, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Acta Psychologica seperti yang dikutip PsyPost, justru menemukan hal menarik. Kebiasaan menikmati cerita secara maraton, baik melalui serial TV maupun buku, ternyata bisa memberikan manfaat psikologis.
Penelitian ini dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 500 mahasiswa di Amerika Serikat. Para peserta diminta mengingat film, serial TV, atau buku yang pernah mereka konsumsi, lalu menilai mana yang paling berkesan dan mana yang kurang membekas di ingatan.
Setelah itu, mereka mengisi kuesioner psikologis tentang kebiasaan menonton atau membaca secara maraton, tingkat stres, waktu luang, serta seberapa sering mereka kembali memikirkan cerita tersebut setelah selesai.
Dari jawaban para peserta, peneliti kemudian menganalisis apakah menikmati cerita secara maraton berkaitan dengan ingatan yang lebih kuat dan keterlibatan imajinasi yang lebih tinggi.
Hasilnya menunjukkan bahwa cerita yang dinikmati secara maraton cenderung lebih mudah melekat dalam ingatan.
Tidak hanya itu, orang juga lebih sering memikirkan kembali cerita setelah selesai, atau yang dikenal dengan istilah Retrospective Imaginative Involvement. Misalnya dengan membayangkan adegan tambahan atau memikirkan kemungkinan alur cerita lain.
Para ahli menjelaskan bahwa cerita dalam buku maupun film sebenarnya dapat membantu seseorang memahami berbagai situasi sosial, karakter, serta hubungan antar manusia.
Lewat cerita fiksi, seseorang bisa merasakan berbagai emosi, memproses konflik, hingga melatih empati tanpa harus mengalami situasi tersebut secara nyata.
Dengan kata lain, menonton serial secara maraton atau membaca buku dalam waktu lama bukan hanya sekadar hiburan pasif. Aktivitas ini juga bisa memperdalam pengalaman emosional seseorang.
Cerita yang kuat bahkan dapat terus hidup dalam pikiran setelah selesai ditonton atau dibaca. Hal ini membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan karakter maupun peristiwa dalam cerita tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan yang sering dianggap sebagai 'buang-buang waktu' tidak selalu berdampak negatif.
Selama dilakukan dengan wajar dan tidak berlebihan, menonton serial atau membaca buku secara maraton justru bisa menjadi cara untuk relaksasi, refleksi diri, dan meningkatkan empati terhadap orang lain.
(KHS/KHS)
Loading ...

7 hours ago
6
















































