Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail di Bukit Shafa-Marwah jadi Asal Mula Ibadah Sai

4 hours ago 2

Jakarta -

Sa'i merupakan salah satu rukun wajib haji. Sa'i merupakan ibadah berjalan kaki dan berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah.

Melakukan sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah ini berkaitan dengan kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Kala itu, Siti Hajar dan Nabi Ismail tengah berada di wilayah Makkah, yang masih berupa gurun tandus dan tak ada sumber air dan makanan. Nabi Ismail pun menangis karena kelaparan dan haus. Tapi, air susu Siti Hajar sudah tak lagi mengalir.

Siti Hajar pun berusaha mencari pertolongan dengan berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali demi bisa menyelamatkan putranya. Di saat hampir putus asa, Allah SWT. mengutus Malaikat Jibril untuk memberikan pertolongan kepada Siti Hajar dan Nabi Ismail.

Atas izin Allah SWT. tiba-tiba saja muncul sumber mata air di tengah padang pasir yang kering. Sontak saja Siti Hajar langsung berseru 'zamzam', sebagai ungkapan rasa syukur atas mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT.


Siti Hajar pun memberikan air tersebut kepada Nabi Ismail untuk diminum. Hingga saat ini, mata air itu menjadi sumber kehidupan di wilayah tersebut. Kisah perjuangan Siti Hajar ini lah yang menjadi dasar ibadah sa'i dalam pelaksanaan haji.

Bukit Shafa dan Marwah teletak di sebelah timur Ka'bah. Jarak antara keduanya sekitar 500 meter. Sementara jarak dari Ka'bah ke Bukti Shafa dan Marwah masing-masing sekitar 100 meter dan 350 meter.

Namun kini, Bukit Shafa dan Marwah sudah berada di dalam bangunan tertutup. Bukit Shafa terlihat seperti gundukan batu dan dibatasi dengan pagar kaca. Sementara Bukit Marwah berupa hamparan batu sekitar 3 meter yang permukaannya dilapisi bahan pelindung.

Kedua bukit itu dihubungkan dengan jalur berlapis marmer selebar sekitar 20 meter dan terdiri dari dua lantai. Jalur ini dibagi menjadi beberapa bagian, yakni untuk jamaah umum untuk berjalan pulang-pergi, dan jalur khusus pengguna kursi roda.

Sa'i dimulai dari Bukit Shafa dan berjalan menghadap Ka'bah sambil berdoa menuju Bukit Marwah. Di tengah perjalanan, ada area yang ditandai dengan lampu hijau, dikenal sebagai Bathn al-Masâ'il. Pada tempat ini, jemaah laki-laki dianjurkan untuk berlari kecil. Tempat ini dulunya merupakan lembah.

Setelah tiba di Bukit Marwah, jemaah kembali berbalik ke Bukit Shafa melewati Bathn al-Masâ'il dan melakukan lari kecil lagi. Proses ini diulang hingga mencapai tujuh kali lintasan antara Shafa dan Marwah, bukan tujuh kali pulang-pergi.

(kpr/agn)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |