Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadan 2026, Ini Bacaan Niat dan Waktu Terbaiknya

13 hours ago 19

Jakarta -

Menjelang bulan Ramadan 1447 H, setiap umat muslim mulai melakukan berbagai persiapan untuk berpuasa. Selain memantapkan hati dan niat, sebagian orang ada yang melakukan mandi wajib atau mandi besar sehari sebelum berpuasa. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk penyucian diri untuk menjalani rangkaian ibadah selama bulan puasa.

Dalam ajaran Islam, mandi wajib adalah ritual bersuci diri untuk menghilangkan hadas besar dengan cara tertentu. Masyarakat Indonesia juga sering menyebut mandi wajib sebagai mandi keramas karena prosedurnya melibatkan aktivitas pencucian kepala sampai ke akar rambut menggunakan air.

Mandi wajib atau mandi keramas sangat dianjurkan bagi orang-orang yang sedang berada dalam kondisi junub. Misalnya, usai melakukan hubungan suami-istri, berakhirnya nifas, atau setelah selesai masa menstruasi. Meski tidak menentukan sah atau tidaknya puasa, keadaan suci dari hadas besar melalui mandi wajib adalah kewajiban yang menentukan sah atau tidaknya salat atau ibadah besar lainnya selama bulan suci Ramadan.

Niat Mandi Sunah sebelum Puasa Ramadan

Apabila mandi dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan dan bukan karena hadas besar, berikut bacaan niatnya:


نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala".

Niat tersebut dibaca dalam hati bersamaan saat pertama kali air dibasuhkan ke tubuh. Bacaan ini menegaskan bahwa mandi dilakukan sebagai ibadah sunah dalam rangka menyambut Ramadan.

Tujuannya bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menyiapkan hati dan pikiran agar lebih khusyuk menjalani ibadah puasa.

Niat Mandi Wajib

Salah satu rukun mandi agar dilakukan secara sah dan sempurna adalah membaca niat mandi wajib atau keramas. Niat ini harus dibaca di dalam hati. Berikut ini bacaan niatnya.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Kapan Waktu Terbaik untuk Mandi Wajib?

Ketika seseorang tidak melaksanakan mandi wajib atau mandi keramas setelah mengalami hadas besar, maka tidak sah baginya untuk melakukan berbagai jenis ibadah, termasuk salat. Oleh sebab itu, mandi besar sebaiknya dilakukan sebelum terbit fajar atau pada malam hari sebelum hari pertama puasa agar tidak mengganggu ibadah salat di waktu berikutnya.

Jadi, waktu yang paling dianjurkan untuk mandi wajib atau mandi keramas di bulan Ramadan adalah sebelum memasuki waktu salat Subuh atau sebelum sahur.

Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan, seperti airnya terlalu dingin atau karena alasan tertentu, tetap diperbolehkan untuk mandi wajib setelah waktu fajar.

Di luar bulan suci Ramadan, mandi wajib sendiri wajib dilakukan sesegera mungkin setelah kondisi junub berakhir agar tubuh kembali suci dan bisa segera melaksanakan ibadah wajib. Beberapa kondisi yang mengharuskan mandi wajib, antara lain:

  • Berhubungan intim
  • Keluar air mani
  • Selesai nifas
  • Melahirkan
  • Selesai haid

(KHS/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |